TENGGARONG- Aktivitas kendaraan yang melalui jalan poros Tenggarong menuju Kota Bangun hingga Kutai Barat sempat terganggu. Akses jalan poros di Kilometer 33, Desa Sanggulan di Kecamatan Sebulu amblas dan menyebabkan akses penghubung Kabupaten Kukar dan Kubar terganggu.

Akses jalan nasional tersebut sebenarnya juga sempat ambruk pada Kamis, (9/9) lalu. Hanya saja, warga sempat melalukan swadaya dengan menambalnya dengan batu koral. Hal itu disampaikan Camat Sebulu, Edy Fahrudin pada Senin, (13/9) lalu.

 “Sempat kami cek saat itu dan sempat ditimbun bahan material koral, rupanya tidak kuat,” ujar Camat Sebulu, Edy Fahrudin.

Terputusnya akses jalan utama Kukar-Kubar itu juga disebabkan rusaknya gorong-gorong yang ada di bawah badan jalan. Diduga, kerusakannya semakin melebar dari yang sebelumnya. 

"Tapi informasi terakhir, kondisi jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat setelah dilakukan penaganan instansi terkait,” tambahnya.

Karena berstatus jalan nasional, perbaikan jalan akan menggunakan dana bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Edy mengaku belum mengetahui berapa anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan jalan tersebut.

“Kabarnya akan dilakukan perbaikan secara permanen,” imbuhnya.

Ambruknya jalan tersebut, rupanya mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi V DPR RI, Irwan. Ia mengakui ruas jalan yang ambruk tersebut merupakan Jalan Nasional, akses vital yang menghubungkan sejumlah kabupaten/kota, sehingga Irwan mengungkapkan dirinya telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim).

“Saya sudah koordinasi dengan BBPJN di Balikpapan dan minta agar segera ditangani sementara dan permanen mengingat ruas jalan ini sangat vital bagi transportasi di Kaltim,” ujar Irwan.

Penanganan sementara segera dilakukan dengan mengganti gorong-gorong dengan pipa baja dan menimbun kembali dengan material agregat. “Saya akan terus pantau agar ruas jalan ini agar bisa kembali difungsikan kembali,” tutupnya. (qi)