DIRJENPAS Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan surat edaran kepada seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas), termasuk Lapas Kelas IIA Balikpapan.

Ini menyusul insiden kebakaran besar Lapas Kelas 1A Tangerang yang menewaskan 43 napi. Agar kejadian tragis tak terulang, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Lapas Balikpapan melakukan deteksi dini untuk mencegah bencana kebakaran.

Kebakaran biasanya disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik (korsleting). Kegiatan yang dilakukan memeriksa jaringan listrik PLN di blok kamar hunian. Plh Kalapas Balikpapan Timbul Aliansyah mengatakan, jaringan listrik PLN menjadi perhatian khusus bagi pihak Lapas Balikpapan.

"Atas kejadian kebakaran Lapas Tangerang, kita harus segera melakukan pengecekan, pemeriksaan dan penertiban terhadap instalasi listrik, termasuk penggunaan alat elektronik di blok hunian," kata Timbul Aliansyah P.

Berdasarkan surat edaran di atas dan juga perintah langsung dari Kalapas Balikpapan, tim urusan umum didampingi oleh tim keamanan dan ketertiban beserta pengamanan melakukan kegiatan penertiban jaringan instalasi listrik.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan perbaikan dan peremajaan kabel instalasi listrik yang sudah tidak layak pakai. Tim juga memberikan pemahaman kepada warga binaan tentang bahaya penggunaan jaringan listrik yang tidak standar.

Juga dilakukan pemeriksaan terhadap alat pemadam api, guna memastikan kembali alat pemadam tersebut berfungsi baik.

Pihak Lapas Balikpapan ke depan berencana melakukan kerja sama dengan BPBD Balikpapan untuk memberikan pengetahuan kepada petugas lapas tentang bagaimana cara melakukan evakuasi apabila terjadi bencana kebakaran di wilayahnya. (aim/ms/k15)