BANJARMASIN - Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh diwakili Sekkab Stephanus Madang beraudiensi dengan  Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan. Kedatangan rombongan pemkab disambut hangat oleh Kepala LLDikti Wilayah XI Kalimantan Udiansyah MS di Aula Rapat Kantor L2Dikti, Jalan Adhiyaksa Banjarmasin, Kamis (9/9).

Audensi tersebut sekaligus bersilahturahmi. Sekkab didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Mahulu Feridiana Hendoq. Hadir Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) Adri Patton sebagai fasilisator dan pendamping dalam agenda tersebut.

Sekkab Mahulu Stephanus Madang menuturkan, kedatangan Pemkab Mahulu berkunjung ke Kantor LLDikti Wilayah XI Banjarmasin adalah dalam rangka mewujudkan cita-cita mulia Bupati Bonifasius Belawan Geh dan Wakil Bupati Yohanes Avun dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia di Mahulu dengan rencana membentuk Politeknik di Mahulu.

“Kedatangan kami salah satunya adalah dalam konteks pengembangan sumber daya manusia di Mahulu. Ini merupakan cita-cita mulia bapak bupati yang tertuang dalam visi dan misi untuk terus berupaya meningkatkan pendidikan di Mahulu dengan rencana mengembangkan dan membentuk Politeknik. Pendirian perguruan tinggi di wilayah perbatasan akan membawa manfaat yang signifikan,”jelasnya.

Ia menambahkan, dalam konteks desain awal, tentunya masih banyak proses yang harus dilalui. “Oleh sebab itu, kami memerlukan banyak masukan dan petunjuk, bagaimana langkah-langah yang perlu kami lakukan dalam mewujudkan pembentukan Politeknik di Mahulu,” ujarnya.

Kepala LLDikti Wilayah XI Kalimantan Udiansyah MS mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi keinginan Kabupaten Mahulu yang merupakan daerah perbatasan yang baru berusia 8 tahun dalam meningkatkan SDM di daerahnya.

“Saya sebagai orang Dikti kalau ada keinginan meningkatkan SDM di Mahulu khususnya, dan SDM Indonesia pada umumnya kita dukung sekali,” tandasnya.

Menurutnya, LLDikti siap mendukung cita-cita mulia Kabupaten Mahulu untuk mendirikan Politeknik. “Kita akan bantu seperti  asistensi. Terus apa yang kurang kita bisa berkoordinasi dan siap mendukung dan membantu,” tambahnya.

Menurut Udiansyah, ada beberapa persyaratan pendirian perguruan tinggi vokasi yang harus dilengkapi. Secara garis besar, beberapa persyaratan tersebut yaitu terkait aspek legalitas badan penyelenggara, aspek dosen, program studi yang akan dibuka, kecukupan lahan, fasilitas, dan lain sebagainya.(hms/td/kri/k16)