MANCHESTER – Setelah sekian ratus purnama, yang diwarnai setumpuk gelar dan sederet rekor, yang ditunggu pendukung Manchester United itu akhirnya tiba juga: #RonaldoDay. ”Hari raya” Ronaldo, debut kedua kapten Portugal itu bersama klub berjuluk The Red Devils tersebut.

Betapa waktu begitu cepat berlalu. Pada 2003, seorang pemuda culun dengan stepover yang masih tampak menggelikan menjalani debut sebagai pemain pengganti saat United menjamu Bolton Wanderers.

Dia hanya main 25 menit menggantikan Nicky Butt. Dan, di akhir laga, Sir Alex Ferguson, sosok yang berpengaruh membawanya ke Manchester, meminta semua pihak memberi dia waktu. ”Dia masih lambat. Begitu pula penetrasi-penetrasinya. Tapi, dia bocah yang masih berusia 18 tahun,” kata Fergie, sapaan akrab Sir Alex Ferguson, kala itu sebagaimana dikutip ESPN.

Dan, 18 tahun 35 hari kemudian, malam ini (tayangan langsung Mola TV pukul 21.00), juga di Old Trafford, Fergie akan kembali menyaksikan rekrutan terhebatnya dulu kembali berseragam United. Tepatnya saat mantan tim asuhannya menjamu Newcastle United.

Jelas Ronaldo 2021 berbeda jauh sekali dengan Ronaldo 2003. ”Saya sekarang tambah matang dan lebih berpengalaman,” ucap CR7 seperti dikutip laman Manchester Evening News.

Melihat calon lawan, semestinya ini bukan debut yang penuh tekanan. Tercatat enam kali Ronaldo membobol gawang The Magpies plus lima assist.

Yang ”tertekan” justru sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer, yang sekarang punya begitu banyak pilihan di barisan penggedor. Ya, CR7 datang untuk ”memaksa” Ole mengubah United seperti masih bersamanya.

Mengubah United yang rajin menciptakan gol. Selama ada dia, United mengoleksi 425 gol dari enam musim. Atau, rata-rata per musim mengoleksi 70,8 gol. Begitu dia pergi, United rata-rata per musim dalam 12 musim hanya mencetak 70 gol.

”Prioritas terpenting bagi Ole adalah membuatnya (CR7) tetap gembira dan bisa memengaruhi pemain di sekitarnya. Dari situ dia akan melihat gol demi gol tercipta, kemenangan demi kemenangan akan terjadi,” tutur Dimitar Berbatov, mantan penyerang United. (ren/c19/ttg)

 

Rekor, Rekor, Rekor

Di tiga klub raksasa yang pernah dia perkuat, rekor selalu mengikuti. Berikut beberapa di antaranya. (ren/c19/ttg)

 

Manchester United (2003–2009)

- Pemain pencetak gol terbanyak dalam semusim Premier League (31 gol, 2007–2008).

- Satu-satunya pemain Manchester United yang meraih award FIFA World Player of the Year (2008).

- Satu-satunya pemain Manchester United yang meraih Sepatu Emas Eropa (2007–2008).

- Satu-satunya pemain Manchester United yang meraih FIFA Puskas Award (2008–2009).

 

Real Madrid (2009–2018)

- Satu-satunya pemain di dunia yang menyumbangkan 50 gol atau lebih untuk Real dalam enam musim beruntun.

- Pemain pertama di dunia yang mencetak 40 gol di liga domestik dalam dua musim beruntun.

- Pemain pencetak gol terbanyak di Liga Champions (120 gol).

- Pemain Eropa peraih Ballon d’Or terbanyak (5 kali).

 

Juventus (2018–2021)

- Pemain tercepat yang mencetak 50 gol di Serie A (61 pertandingan).

- Pemain pertama yang mencetak 30 gol atau lebih di tiga liga domestik elite berbeda di Eropa.

- Pemain pencatat streak gol terpanjang di Serie A (11 laga beruntun).

- Pemain Juventus dengan gol terbanyak dalam semusim (31 gol, 2019–2020).