Meski pembangunan ibu kota negara (IKN) baru masih slow, ternyata tak menyurutkan investor maupun konsumen yang ingin membeli properti di Kaltim. Properti tetap dinilai sebagai investasi yang menguntungkan di tengah pandemi.

BALIKPAPAN - PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) mencatat nilai investasi properti masih tumbuh. Harga properti pun cenderung stabil dalam tren buyers market. Ditambah lagi dengan program pemerintah yang menawarkan PPN 0 persen. Sehingga, membuat animo konsumen yang menginginkan properti dari Borneo Bay City, salah satu proyeknya di Kaltim masih tinggi.

Sales Manager Borneo Bay City Dewi Nur Astuti menuturkan, dalam tiga bulan terakhir penjualan mengalami peningkatan. Minat masyarakat khususnya wilayah Balikpapan mulai membaik semenjak kedatangan Presiden Joko Widodo ke Balikpapan. Investor maupun konsumen kembali berlomba mencari hunian yang memiliki prospek serta rental guarantee.

“Agustus hingga September ada peningkatan dibandingkan sebelumnya, baik apartemen ataupun ruko multifungsi SOHO. Awal bulan (September) ada 5 calon konsumen yang melakukan reservasi dan booking fee, belum prospek lainnya,” sebutnya, Rabu (8/9).

Gaung IKN meski sedikit meredup, pembangunan fisik tetap berjalan seperti proyek bendungan Sepaku-Semoi. Sementara itu, proyek perluasan kilang minyak Pertamina Balikpapan Refinery Development Master Plan (RDMP) turut memberi nilai tambah.

Dira menyebutkan, lebih 85 persen dari 1.220 unit apartemen telah terjual. Atau lebih dari 1.000 unit terbeli. Selain apartemen, ruko multifungsi SOHO at Borneo Bay sebanyak 23 unit yang dibangun pada tahap pertama telah ludes terjual. Ini menjadi bukti bahwa bisnis properti masih sangat menarik.

Pengembang pun tengah mempersiapkan SOHO tahap dua sekitar 20-an unit. Harapannya, 2022 mendatang sudah dilakukan serah terima. Desain dan fasilitas tahap dua hampir sama dengan yang pertama. Sedangkan soal harga Dira berujar tentu ada perbedaan. Sebab, ada berbagai penunjang untuk menambah kenyamanan para penghuni. Yang membuat pembelinya tidak hanya dapat tinggal, tapi juga menjalankan bisnisnya dalam satu tempat.

Tidak hanya pengusaha, pembeli berasal dari berbagai kalangan, mulai kaum milenial hingga senior. Bahkan warga asing banyak pula yang membeli dan menempati hunian tersebut. Tercatat ada 18 negara berbeda, kebanyakan pembeli berasal dari Korea Selatan, India, Amerika Serikat hingga Singapura. Mereka bekerja di Balikpapan ataupun memiliki pasangan warga Indonesia.

Guna menjaga dan menarik minat pembeli, pihaknya memberikan free service charge untuk apartemen, cashback hingga voucher belanja Rp 20 juta serta iPhone 12 Pro Max bagi pembelian SOHO.

Berlaku bagi semua jenis pembayaran baik cash keras, bertahap maupun melalui bank. “Banyak konsumen menginginkan tenor pembayaran lebih hingga 42 cicilan, itu bisa didapatkan konsumen tanpa bunga,” imbuhnya.

Menambah semarak geliat ekonomi, pada 2023 nanti akan di-launching Podomoro Bay Mall. Menghadirkan sesuatu yang baru serta euforia. Mal branded ini akan menawarkan barang-barang eksklusif dan premium.

Selain itu, ditawarkan pula gedung tower di kawasan Borneo Bay City. Luasan mulai dari 1.000 - 27.000 square. Sangat cocok digunakan sebagai ballroom, function hall, universitas, sekolah, perkantoran, hotel, apartemen, entertainment area, dan lain-lain.

“Dengan pelonggaran sekarang konsumen sudah bisa datang secara langsung untuk melihat show unit yang diinginkan. Harapannya tentu perekonomian semakin baik. Dan hingga akhir Desember nanti kami juga tetap optimistis, bahwa penjualan akan terus meningkat,” tuturnya. (lil/ndu/k15)