Destinasi berbelanja bahan pangan masyarakat Ujoh Bilang telah direlokasi, jaraknya tak berjauhan dengan kantor bupati. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih nyaman dalam berbelanja.

 

UJOH BILANG - Di lahan seluas 50x20 meter, bangunan gedung nyaris penuh pedagang. Antusias pedagang untuk pindah ke pasar baru begitu tinggi. Ada 31 blok yang tersedia, sekira 20 sudah terisi. Jalannya mulus, mulai aspal hingga beberapa disemenisasi.

Wakil Bupati Yohanes Avun mengapresiasi bangunan pasar. Usai memotong pita, dirinya langsung keliling melihat kondisi pasar. Sambil tersenyum dirinya juga turut menyapa para pedagang, saat berjalan di tengah pasar.

RESMIKAN PASAR: Wabup Yohanes Avun (kelima kanan) dan Klemen Ajang (keenam kanan) abadikan momen bersama usai peresmian pasar di Ujoh Bilang, Rabu (8/9). JODY KRISTIANTO/KP

 

“Pemindahan ini merupakan suatu hal yang baik, terutama pasar yang ada di dalam Kampung Ujoh Bilang ini berada di area padat penduduk. Lagianjalan juga sempit, bila tetap dilaksanakan di sana, maka jadi kendala seperti sampah dan juga parkir yang tidak nyaman karena mengganggu pengguna jalan lainnya,” sebut Avun usai berkeliling, Rabu (8/9).

Dirinya turut bangga karena pihak kampung memiliki inisiatif untuk memindahkan pasar yang berada di pinggir sungai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Meskipun itu mengurangi manfaat pembeli karena sedikit lebih jauh, yang biasa bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

“Kalau ke sini memang pasti butuh kendaraan, tapi namanya perjuangan ya mesti begitu. Kita berubah lebih baik dalam hal tata kelola,” ungkap Avun.

Dirinya menjelaskan, pembangunan tersebut berasal dari pemerintah kampung pada 2017, yang murni bersumber dari anggaran dana kampung (ADK). Meskipun belum dalam keadaan yang optimal, tetapi dirinya mengimbau pemerintah kampung untuk mengembangkan menjadi lebih baik lagi.

Terkait pemindahan pedagang, Avun mengaku pihak pemerintah sudah melakukannya jauh hari bahkan sebelum diresmikannya pasar. Dirinya mengatakan, bila ada yang mencoba jualan di tempat semula, akan ada penertiban untuk diarahkan ke daerah pasar baru. Ia memastikan nanti ada penambahan blok yang diakomodasi pemerintah kampung. “Kalau tidak cukup nanti ditambahkan lagi bloknya supaya para pedagang semua bisa terakomodir,” ujar mantan sekda itu.

Keberadaan pasar juga menjadi pemicu semangat para petani maupun peternak untuk termotivasi lagi, dalam memproduksi bahan pangan, seperti sayur, ikan, dan daging. “Kita harapkan juga implikasi terhadap peran para petani untuk menangkap kesempatan ini. Memproduksi tanaman sayuran lebih banyak, tidak hanya menangkap ikan di sungai, tapi mulai juga beternak kolam ikan,” imbuh Avun.

Sementara itu, Petinggi Ujoh Bilang Klemen Ajang menuturkan, sangat antusias dengan peresmian ini, dirinya menginginkan agar semua pedagang, baik yang dari luar maupun dalam harus bergabung dalam satu tempat di sini agar perputaran ekonomi kerakyatan bisa berjalan. Selain itu, dirinya telah menjadwalkan pasar tani lokal, dua minggu sekali agar semua pedagang bisa terakomodasi.

“Setelah diresmikan ini, kami berharap semakin mendekatkan pelayanan dan kenyamanan untuk masyarakat yang ingin berbelanja. Untuk tani lokal juga sudah kami sediakan tenda untuk mengakomodasi. Minggu depan akan kami buka pasar tani, jadi 2 kali seminggu. Saya berharap ini bisa berjalan dengan baik,” tutup Klemen. (*/sya/luc/k16)