JIKA kondisi memungkinkan, Pemkot Balikpapan berencana membuka pembelajaran tatap muka (PTM) selama sebulan. Terutama siswa berusia 12 tahun ke atas, dan telah menjalani vaksin. Mereka dianggap siap mengikuti PTM. Namun, rencana ini juga melihat kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Minyak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty menuturkan, pihaknya juga terus melakukan percepatan vaksinasi bagi kalangan pelajar. Kegiatan vaksinasi untuk siswa ini dilakukan oleh puskesmas. Saat ini, puskesmas memiliki tugas vaksinasi kepada lansia dan pelajar.

“Mungkin masyarakat umum tidak tahu vaksin pelajar karena puskesmas sudah punya jadwal sendiri,” katanya. Petugas puskesmas bertandang ke sekolah untuk memberikan vaksinasi. Kegiatan vaksinasi pelajar memang tidak diumumkan secara luas.

“Karena sekolah sasarannya sudah jelas. Jadi, siswa tunggu saja di sekolah masing-masing,” ucapnya. Selain datang ke sekolah, petugas puskesmas tetap memberikan layanan vaksinasi lansia.

Pelajar yang mengikuti PTM lebih diprioritaskan yang sudah mendapat vaksin.

Namun, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhaimin. Ada pun PTM akan dibuka secara bertahap. Dia menjelaskan, jika dalam satu sekolah terdapat 1.000 siswa, bukan berarti semua siswa akan langsung hadir sekaligus.

“Jadi, tidak perlu khawatir kalau ada yang belum divaksin karena proses masih berjalan terus,” ungkapnya. Dio menuturkan, percepatan vaksinasi bagi pelajar ini didukung oleh berbagai pihak. Vaksinasi tidak hanya dilakukan oleh DKK melalui puskesmas. TNI Polri dan BIN juga menjalankan vaksinasi bagi pelajar.

“Jadi, kita sebenarnya sudah saling bantu. Pemerintah pusat memberi jatah vaksin tidak hanya kepada dinas kesehatan, tapi ada lewat instansi lain,’’ bebernya. Dia berharap, vaksinasi dari instansi lain juga bisa menyentuh anak sekolah juga. Sementara ini, vaksin yang sudah tersedia untuk usia 12 tahun ke atas.

Sasarannya siswa SMP dan SMA/SMK. Sedangkan vaksin untuk murid SD belum tersedia. “Kalau murid SD memang belum ada vaksin untuk anak usia di bawah 12 tahun. Tapi PTM bisa bertahap, mungkin SD hanya sekali dalam seminggu,” tutupnya. (gel/ms/k15)