Novak Djokovic mengawali perjalanannya di grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka dengan mulus. Ranking satu dunia tersebut menang dalam empat set 6-1, 6-7(5), 6-2, 6-1 atas petenis Denmark Holger Rune Di babak kedua, Djokovic akan melawan petenis Belanda Tallon Griekspoor. Petenis 25 tahun dengan ranking 110 dunia itu lolos ke babak selanjutnya setelah mengalahkan petenis Jerman Jan-Lennard Struff dalam lima set. Namun, ada yang membuat hati Djokovic kecewa. Yakni,  kurangnya dukungan penonton pada laga yang berlangsung di lapangan utama Flushing Meadows tersebut.

Petenis Serbia itupun akhirnya enggan melakukan selebrasi ikonik yang selama ini dia lakukan. Yakni selebrasi berupa gestur mengatupkan kedua tangan membentuk hati sambil melihat kepada empat sisi tribun penonton. "Tentu aku berharap dukungan penonton selalu ada di belakangku. Namun, itu memang tidak bisa selalu terjadi. Atmosfernya tidak ideal untukku. Untung aku masih bisa mengendalikannya," ucap Djokovic dilansir NBC Sports. Ribuan penonton yang datang langsung ke lapangan mayoritas memang mendukung Rune. Petenis 18 tahun itu mencuri hati fans dengan kerja kerasnya yang tak kenal lelah melawan petenis terbaik di dunia saat ini.

Apalagi, di set kedua Rune sukses mencuri satu set dari Djokovic. Itu jelas jadi hal yang spesial bagi petenis yang baru melakukan debut di grand slam. Juara grand slam Prancis Terbuka junior edisi 2019 itu seakan mengumumkan ke publik, bahwa dia akan memiliki masa depan cerah.

Sepanjang laga, mayoritas penonton terus berteriak "Ruuuuuunee!" untuk memberi semangat petenis ranking 145 dunia itu. "Dia bermain dengan sangat baik. Seandainya dia lebih tenang, aku yakin pertandingan akan berjalan makin ketat," ucap Djokovic memuji lawannya itu.

Kemenangan ini membuat Djokovic masih menjaga asa memenangi grand slam keempatnya musim ini. Jika bisa melakukannya, dia akan menjadi petenis putra pertama yang bisa melakukan itu sejak Rod Laver melakukan hal serupa pada 1969.

Djokovic juga berburu gelar grand slam ke-21 nya sepanjang karir. Jika mampu mewujudkan itu, dia akan menjadi pengumpul trofi grand slam tunggal putra terbanyak sepanjang masa. Melampaui Roger Federer dan Rafael Nadal yang saat ini sama-sama memiliki 20 gelar bersama dirinya. (irr/bas)