ALCANIZ- GP Spanyol di sirkuit Aragon, pada Minggu nanti (12/9) bakal emosional bagi Maverick Vinales. Sebab, belum genap dua pekan sejak kontraknya diputus oleh Yamaha pada 20 Agustus lalu, pebalap asal Spanyol itu bakal melakoni debut bersama tim barunya, Aprilia.

"Keputusan memberikan debut Vinales di GP Aragon berdasarkan hasil tesnya di sirkuit Misano, Misano Adriatico,’’ papar direktur teknik Aprilia, Roman Albesiano seperti dilansir Crash.  ‘’Kami puas dengan hasil tesnya dan bagaimana dia bisa melakukannya dengan baik bersama RS-GP (tunggangan tim Aprilia, Red) dan juga tim," ujarnya.

Hasil tes Vinales di sirkuit Misano dalam dua hari terakhir waktu setempat memang cukup impresif. Dia melahap 179 putaran. Mack--sapaan Vinales--bahkan berhasil mencatatkan waktu terbaik untuk satu putaran 1 menit 32,4 detik.

Hebatnya, dua agenda latihan di sirkuit Misano tersebut adalah yang pertama baginya bersama Aprilia. Itu jadi bukti bahwa proses adaptasi pebalap 26 tahun tersebut sangat baik. Bantuan dari rider Aprilia yang kompatriotnya, Aleix Espargaro, juga membantu proses penyesuaian diri Vinales dengan pabrikan asal Italia itu secepat mungkin.

Padahal, RS-GP menggunakan mesin yang belum pernah dipakainya selama ini. Ya, RS-GP memakai mesin V4. Bahkan, Vinales mengaku bahwa dia tidak ada persiapan khusus ketika menjalani tes tertutup di sirkuit Misano tersebut. "Aku gugup ketika mencoba V4. Tetapi, aku bisa beradaptasi dengan cukup baik. Hanya tinggal menyesuaikan ritme pengereman. Aku harus melupakan masa lalu (bersama Yamaha, Red) dan tampil maksimal di sisa enam race untuk fondasi tahun depan," ucap Vinales.

Vinales memang punya misi di Sirkuit Aragon Minggu nanti.  Dia ingin balas dendam kepada Yamaha yang sudah membuangnya. Tetapi, selain itu, Vinales juga ingin pecah telur untuk naik podium kali pertama di sirkuit sepanjang 5.345 km itu selama berkarier di MotoGP.

Ketika masih memperkuat Yamaha dalam lima tahun terakhir, posisi terbaik yang didapat Vinales di sirkuit Aragon adalah tempat keempat. Itu dibukukannya pada edisi 2016, 2017, 2019, dan 2020. Dia pernah menang di sirkuit Aragon pada 2014 ketika masih di Moto2.

Tampil impresif di sirkuit Aragon nanti juga bisa mengembalikan harga diri dan psikis Vinales pasca insiden dengan Yamaha. Hal itu sempat mencoreng namanya yang sempat start cepat tahun ini. Yakni ketika langsung jadi juara pada race pertama di GP Qatar (28/3) yang dihelat di sirkuit internasional Losail. Setelah itu, performanya angin-anginan. Dia baru kembali naik podium pada GP Belanda di sirkuit Assen (27/6) ketika jadi runner-up.(io/bas/jpg/tom)