ZANDVOORT– Formula 1 (F1) musim ini menjadi ajang balapan terakhir bagi Kimi Raikkonen. Sebab, pebalap Alfa Romeo itu sudah mengumumkan akan pensiun begitu kompetisi tahun ini usai. ”Keputusan yang sulit meski kumantapkan sejak awal tahun. Saatnya mencoba hal baru,” ucap pebalap 41 tahun tersebut seperti dilansir Sky Sports.

Ice Man –julukan Raikkonen– berkarier di F1 selama 20 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, dia mengoleksi 103 podium, 18 pole position, 1.865 poin, dan 21 kali juara race. Satu-satunya tahun fenomenal baginya adalah 2007. Saat itu dia menjadi juara bersama Scuderia Ferrari.

Hanya, epilog karier Raikkonen tahun ini sangat mungkin tidak diiringi dengan capaian apik. Betapa tidak, saat ini dia mendekam di posisi ke-17 klasemen sementara dengan hanya mengumpulkan dua poin. Jika bertahan hingga kompetisi tahun ini usai, posisi itu bakal menjadi terendah dalam karier Raikkonen di F1.

Sinyal menurunnya performa Raikkonen terlihat ketika memperkuat Alfa Romeo per 2019. Dalam dua tahun awal, dia finis di peringkat ke-12 dan 16. Padahal, sebelum bersama pabrikan asal Italia tersebut, posisi akhir terendah Raikkonen hanya terjadi sekali pada 2014 bersama Scuderia Ferrari.

Sementara itu pada GP Belanda yang digeber di Sirkuit Zandvoort, Minggu (5/9), nanti menjadi peluang back to back podium teratas bagi driver Red Bull Max Verstappen. Ya, sebabnya pebalap 23 tahun itu bakal berstatus sebagai pebalap ‘’tuan rumah’’. 

Mad Max--julukan Verstappen—diyakini bisa finis terdepan dan melanjutkan predikat serupa pada GP Belgia (29/8). Jika terealisasi, maka ini kali kedua baginya mencatatkan back to back juara.

Kemenangan bakal memberikan efek ganda bagi Verstappen. Sebab, selain menang di kandang sendiri plus dengan koleksi 199,5 tambahan 25 poin juga bisa membawanya ke puncak klasemen sementara menggeser pebalap Mercedes Lewis Hamilton. Hamilton saat ini memimpin dengan koleksi 202,5 poin. 

Semakin bersejarah bagi Verstappen lantaran ini kali pertama digelar GP Belanda sejak 1985. Setelah itu, GP Belanda di sirkuit Zandvoort ditiadakan.  Dan, tahun lalu kembali dimulai. Tapi,  batal terlaksana lantaran pandemi Covid-19. "Setelah race dibatalkan tahun lalu  maka akan sangat istimewa bisa menang di hadapan Orange Army (julukan  pendukung Verstappen, Red)" ucap Verstappen seperti dilansirCrash. (io/bas/jpg/tom/k15)