FENOMENAgelombang pengungsi yang berusaha keluar dari Afghanistan juga diikuti penyebaran kabar palsu. Misalnya, beberapa hari lalu, beredar foto ratusan penumpang penuh sesak di dalam pesawat angkut. Foto itu lantas diberi keterangan sebagai 800 warga Afghanistan yang mengungsi dari negaranya karena Ibu Kota Kabul telah dikuasai Taliban.

Sesuatu yang ekstrim selalu membawa mudharat. Pesawat yang biasanya maksimal diisi 150 penumpang, dalam kondisi darurat mengangkut 800 orang dg duduk bersila eksodus tinggalkan "Kabul has fallen" di tangan Taliban,” tulis akun FacebookSudy Sudiharto pada 20 Agustus 2021 (

bit.ly/800WargaMengungsi
). 

Namun, ada keanehan jika foto penumpang yang menjejali bagian dalam pesawat itu disebut sebagai warga Afghanistan. Sebab, tak satu pun di antara penumpang perempuan di dalam pesawat itu yang mengenakan hijab ataupun kerudung.

Evakuasi sebagian warga Afghanistan memang dilakukan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) menggunakan pesawat kargo C-17. Tapi, foto-foto tentang peristiwa itu jauh berbeda dengan yang diunggah akun Sudy Sudiharto. Foto suasana bagian dalam pesawat Angkatan Udara AS yang mengevakuasi warga Afghanistan itu pernah diunggah portal berita

defenseone.com.
 

Portal tersebut memberitakan, pesawat C-17 AS membawa 640 warga Afghanistan yang mencoba melarikan diri dari Taliban. Penerbangan evakuasi Angkatan Udara AS dari Kabul menuju Qatar itu mendekati rekor jumlah penumpang yang pernah terbang dengan pesawat angkut Boeing.

Defense Onemengunggah foto utuh dan jelas tanpa potongan dari suasana bagian dalam pesawat Reach 871, C-17 Angkatan Udara AS yang berangkat dari Kabul ke Qatar pada 15 Agustus 2021. Seorang pejabat pertahanan mengatakan, awalnya pesawat itu tidak bermaksud membawa muatan yang begitu besar. Tetapi, karena panik, warga Afghanistan diizinkan mengungsi dan menaiki C-17. Anda dapat melihat foto aslinya di 

bit.ly/FotoAsliC17.
 

Sementara itu, foto yang diunggah akun FacebookSudy Sudiharto ternyata sudah beredar sejak 2013.Situs 

af.mil
 milik Angkatan Udara AS menyebutkan, saat itu pesawat C-17 sedang mengevakuasi warga Tacloban, Filipina, dari amukan topan super Haiyan.Momen tersebut diabadikan staf Sersan Ramon Brockington dari Angkatan Udara AS pada 17 November 2013. Ada lebih dari 670 warga Tacloban yang duduk di dalam pesawat C-17 Globemaster III sebelum dievakuasi ke Manila menyusul topan super Haiyan yang melanda Filipina 17 November 2013. 

Kapten Michael Hank dari 535th AS dan komandan pesawat C-17 pertama yang mendarat di Tacloban mengatakan bahwa pendaratan itu merupakan operasi yang akan selalu berkesan baginya. ”Upaya bantuan seperti ini adalah tentang membantu orang lain dengan cara yang kita miliki,” ucap Hank. Anda dapat membacanya di 

bit.ly/FotoFilipina2013
. (zam/c9/fat/luc)

 

FAKTA

Foto yang diunggah akun FacebookSudy Sudiharto memperlihatkan evakuasi 670 penduduk Tacloban, Filipina, dari amukan topan super Haiyan pada 17 November 2013.