VIDEO yang memperlihatkan bos Microsoft Bill Gates dilempar kue pie atau roti tar mendadak tersebar di medsos. Netizen di Indonesia yang membagikan ulang video tersebut langsung mengaitkannya dengan pandemi Covid-19. Pelempar kue disebut geram dan menganggap Bill Gates sebagai biang menyebarnya virus corona di seluruh dunia.

Biang covid bill gates kena timpuk dari orang yg geram padanya,” tulis akun Facebook Zainul Arifin pada 17 Agustus 2021. Video itu memperlihatkan Bill Gates sedang berjalan memasuki gedung bersama sejumlah orang. Tiba-tiba saja, dia ditimpuk kue tar putih dari jarak dekat (bit.ly/BiangCovid19).

Pada serangan pertama, Bill Gates benar-benar terkejut dan tak sempat menghindar. Krim putih dari kue langsung memenuhi wajahnya dan mengotori sebagian pakaiannya. Beruntung pada serangan kedua dan ketiga, lemparan kue besar itu bisa ditangkis petugas.

Dari keseluruhan tayangan video itu, tak tampak satu orang pun yang mengenakan masker. Juga banyak kerumunan sehingga sangat janggal jika disebut terjadi baru-baru ini.

Penelusuran jejak digital menunjukkan pelemparan kue terhadap Bill Gates terjadi jauh sebelum Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020. Kanal YouTube milik chunky37 pernah mengunggah video tersebut 14 tahun lalu, tepatnya pada 13 April 2007. Judulnya berbunyi, Bill Gates Pie and Microsoft Sound. Tentu tidak ada kaitannya dengan Covid-19.

Sementara itu, kanal YouTube npshive mengunggahnya pada 1 Januari 2010 dengan judul, Bill Gates Pie In Face. Unggahan itu menyebutkan, penyerangan terhadap Bill Gates terjadi di Belgia. Anda dapat melihatnya di bit.ly/Kejadian90an.

Mengutip portal The Wall Street Journal, insiden pelemparan tersebut terjadi pada 5 Februari 1998. Setelah pelemparan itu, Gates menolak untuk mengajukan tuntutan. Polisi Belgia akhirnya membebaskan seorang pria dan seorang wanita yang melempar kue krim ke wajah sang bos Microsoft. Anda dapat membacanya di bit.ly/KejadianTahun1998(zam/c13/fat/luc/k8)

 

FAKTA

Aksi pelemparan kue ke wajah Bill Gates itu terjadi pada 1998. Tidak ada kaitannya dengan pandemi Covid-19.