TENGGARONG - Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 Kabupaten Kutai Kartanegara hingga akhir bulan Agustus ini baru terserap 45 persen dari Rp 3,6 Triliun. Data tersebut muncul setelah beberapa waktu lalu Presiden Jokowi menampilkan infografis masing-masih daerah di Kaltim, Kukar berada di urutan pertama. 

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua III DPRD Kukar, Siswo Cahyono cukup menyayangkan kinerja pemerintah yang belum maksimal. "Saya melihat ketidaksiapannya ASN kita yang belum siap dengan  aplikasi baru Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)," kata Siswo. 

Politisi PKB ini menilai kegagapan SDM dalam SIPD menjadi faktor utama lambatnya serapan anggaran. "Seharusnya ketika sudah pengesahan, bulan Januari itu sudah bisa dimulai, tapi tahun ini kan malah di pertengahan tahun," imbuhnya. Ia menyarankan bahwa Pemkab Kukar harus gencar melakukan pelatihan dan sosialisasi secara masif, agar tidak kembali terjadi pada masa yang akan datang. 

"Para OPD ini kan masih awam, mereka malah otodidak, seharusnya ini diberikan pelatihan dan sosialisasi agar nantinya terbiasa," pungkas Siswo.  (Adv)