Sejauh ini, diperkirakan ada 150–500 anak-anak di Kaltim menjadi yatim piatu. Bahkan, ada yang masih bayi. Mereka kehilangan orangtua karena terinfeksi virus corona.

 

 

ALVIANODava Raharjo alias Vino, bocah yatim piatu di Kutai Barat beberapa waktu lalu menjadi perhatian publik. Simpati datang dari pelbagai lapisan masyarakat hingga pejabat. Termasuk orang nomor satu di Indonesia dan Kaltim. Bagaimana tidak, Vino yang baru berumur 10 tahun, menjalani isolasi mandiri sendirian di rumahnya di Kampung Linggang, RT 4, Kecamatan Tering.

Saat menjalani isolasi mandiri, dia jadi yatim piatu dalam waktu sekejap. Pada Senin (19/7) lalu, ibunya meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Keesokan harinya (20/7), giliran ayahnya yang meninggalkannya sebatang kara. Juga, karena terinfeksi virus corona.  Kondisi itu tak dialami Vino seorang diri. Akibat Covid-19, Gubernur Isran Noor mengatakan, ratusan anak di Kaltim menjadi yatim piatu. "Segera kita berikan santunan. Khusus anak-anak yatim piatu, orangtua yang meninggal karena Covid-19. Diperkirakan di Kaltim ini ada 150 sampai 500 orang. Mudah-mudahan tidak seperti itu realisasinya. Data sudah ada, bervariasi. Masih dikonsolidasi datanya segera," kata Isran (19/8).

Dia mengatakan, bantuan untuk anak yatim piatu segera direalisasikan. Pada Senin (23/8), rencananya dilakukan penyerahan untuk Kota Samarinda. Lebih kurang, ada 28 orang yang akan menerima dan tiap satu orang akan mendapat Rp 2 juta.

"Kemudian jangka menengahnya, anak-anak tadi kita tampung di panti. Kita jamin sampai tingkat SLTA. Kemudian juga tadi membahas realisasi pergub (peraturan gubernur) terkait santunan ahli waris," kata Isran. Sementara itu, untuk pendidikan, pihaknya akan mengoordinasikan ke pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas juga pihak swasta, dengan memanfaatkan bantuan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR).

Lebih lanjut, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kaltim Jauhar Effendi mengatakan, terkait bantuan ini, Pemprov Kaltim akan bekerja sama dengan pemerintah di kabupaten/kota. "Pemerintah kabupaten kita minta data Dinas Kependudukan dan Perlindungan Anak, informasi dari situ menurut saya, ini langkah baik. Yang sebenarnya punya warga, kabupaten kota. Pak gubernur ingin cepat ada tindakan," kata Jauhar. Sementara itu, penerima akan bervariasi. Ada anak yatim piatu yang masih bayi, hingga mereka yang berusia 17 tahun. "Untuk standar mendapatkan, pokoknya kriteria anak. Termasuk bayi juga harus dilindungi kehidupannya. Dampak nanti 20-30 tahun ke depan," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah berupaya menekan angka kasus Covid-19, sehingga tak makin banyak anak menjadi yatim piatu yang kehilangan orangtua karena Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padillah Mante Runa menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah saat ini, selain menggencarkan prokes, juga memperluas cakupan vaksinasi dan menyiapkan isolasi terpusat. Padillah mengatakan, Kaltim akan kembali kedatangan vaksin Moderna. Pihaknya berusaha menyiapkan tempat yang ideal buat vaksin itu. Sebab, Moderna harus dalam suhu minus 35 derajat. Salah satu yang mendapat vaksin Moderna adalah tenaga kesehatan yang akan mendapat suntikan dosis ketiga atau booster.

 "Untuk nakes ada suntikan ketiga. Dosisnya 2.190 vial nakes, juga masyarakat 4 ribu. Ada datang lagi 5.110 vial," kata Padillah. Sementara itu, soal isolasi terpusat (isoter), Padillah mengatakan, pihaknya kemarin sudah bersurat ke Kementerian Kesehatan meminta dokter, perawat, obat, dan ambulans. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi sebelumnya juga menjelaskan, terkait nakes untuk isoter yang direncanakan di Asrama Atlet Sempaja, rekrutmen baiknya tetap dibuka. Anggaran juga sudah ada buat tenaga kesehatan. Mereka juga bakal mendapat insentif dan berbagai tunjangan. Meskipun, dari pengalaman sebelumnya, rekrutmen nakes sepi peminat. "Kita tetap lakukan, meskipun saat ini mulai menurun. Kita tidak bisa prediksi, jika ada gelombang lagi," ucapnya. (nyc/riz/k16)