BALIKPAPAN–Komplotan perampok yang beraksi di perumahan elite Balikpapan Baru dan Balikpapan Regency berhasil ditangkap setelah 21 hari diburu polisi. Dari lima pelaku, satu ditangkap di Balikpapan, sementara empat orang lainnya diringkus di Kota Batam, Kepulauan Riau. Dari penyelidikan polisi, komplotan ini merupakan perampok jaringan internasional. Mereka pernah merampok di Malaysia.

“Terungkapnya berawal kami amankan satu pelaku di Balikpapan,” kata Direktur Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Subandi, Rabu (18/8). Penangkapan di Balikpapan, sambung dia, dilakukan pada 13 Agustus. Dari situlah, jejak empat pelaku lainnya berhasil dilacak. Hingga kemarin, penyidik masih melakukan pendalaman dan pengembangan. Beberapa anggota dari Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim juga masih berada di Batam.

Empat pelaku kini dalam perjalanan menuju Balikpapan untuk diproses hukum lebih lanjut. Subandi mengungkapkan, komplotan ini memiliki jam terbang tinggi dalam merampok. Mereka menyasar rumah elite di beberapa daerah. Selain di Balikpapan dan Malaysia, sindikat ini pernah beraksi di Batam dan Surabaya. “Ini jaringan, benar-benar terorganisir. Sasarannya rumah-rumah mewah, mereka masuk dan mengambil barang berharga,” jelas Subandi. Dalam aksinya, mereka lebih dahulu mengintai rumah korban dan menyusun rencana dengan matang.

“Jika korban melawan, para pelaku tidak segan-segan melukai korban bahkan nekat membunuh korbannya karena setiap aksi para pelaku menggunakan senjata tajam,” jelasnya. Namun, karena empat pelaku belum tiba di Balikpapan, dirinya masih enggan memberikan penjelasan lebih detail terkait identitas, modus, dan lainnya. “Nanti saja kalau pelaku sudah sampai sini, baru kita beberkan semua. Yang jelas kami imbau masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Jaringannya sudah kami tangkap,” tegasnya.

Pengungkapan ini merupakan kerja sama antara Polda Kaltim dan Polda Kepulauan Riau. Untuk diketahui, komplotan perampok sebelumnya beraksi di dua tempat pada Rabu (28/7) lalu di Perumahan Balikpapan Regency. Mereka menggondol uang dan barang berharga dengan nilai sekitar Rp 30 juta. Tiga hari kemudian, terjadi lagi perampokan di Klaster Windsor, Perumahan Balikpapan Baru, Blok IB5, milik korban berinisial H (35). Perampokan terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Saat kejadian, H sedang terlelap di kamarnya. Perampok masuk rumah korban dengan memanjat tembok belakang rumah.

Dari rekaman CCTV, pelaku menjebol pintu kamar korban menggunakan tabung elpiji 12 kilogram. Dari rumah H, empat pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 5 juta serta perhiasan. Nilainya kerugian sekitar Rp 20 juta. Saat beraksi, empat orang itu mengenakan topeng hitam dan sarung tangan. H yang saat itu tengah tertidur lelap tak sempat memberikan perlawanan. Dia pun terpaksa menyerahkan uang dan perhiasan kepada komplotan perampok. (aim/riz/k8)