BALIKPAPAN-Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Balikpapan yang merupakan episentrum Covid-19 di Kaltim, mulai menunjukkan hasil. Dalam sepekan terakhir, jumlah kasus positif harian kurang dari 300. Tingginya testing dan tracing diklaim menjadi faktor utama menurunnya penularan virus corona.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan, sejak 9-17 Agustus 2021, jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 2.576 kasus. Sedangkan jumlah pasien sembuh jauh lebih banyak lagi. Yakni 5.639 orang. Sementara jumlah pasien yang dirawat di ruang isolasi rumah sakit sebanyak 459 orang. Tren penurunan kasus aktif harian mulai terlihat sejak 12 Agustus yang berada di angka 299 kasus. Hingga terus melandai pada 17 Agustus. Kemarin, penambahan kasus aktif harian sebanyak 139.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengungkapkan, hampir semua masyarakat yang dinyatakan positif terpapar virus corona sudah terjaring lewat testing dan tracing. “Lalu dilakukan isolasi. Sehingga penularan berkurang. Dan akhirnya kasus menurun,” katanya. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan melanjutkan, testing rate di Balikpapan didukung laboratorium klinik pemerintah dan swasta. Berdasarkan data, kata perempuan yang karib disapa Dio ini, pada pekan ke-30 ada sebanyak 6.493 tes polymerase chain reaction (PCR) dan 7.328 tes rapid antigen yang dilakukan.

Selanjutnya, pada pekan ke-31, sebanyak 7.755 tes PCR dan 7.931 tes rapid antigen. Sementara pekan ke-32 sebanyak 10.147 tes PCR dan 5.611 tes rapid antigen. “Dari data itu, testing Balikpapan selalu tinggi setiap minggunya,” ucapnya. Hal tersebut juga diikuti dengan peningkatan angka tracing kasus terkonfirmasi positif. Serta screening kasus, sebagai kewaspadaan pada perusahaan dan pelaku perjalanan. Kemudian, kemudahan akses pemeriksaan dan biaya yang terjangkau secara mandiri dengan adanya tes rapid antigen.

Bila dihitung per 1.000 penduduk, angka testing rate PCR pada minggu ke-32 sebesar 14,54 per 1.000 penduduk. Meningkat sedikit dibandingkan minggu ke-31 sebesar 11,11 per 1.000 penduduk. Sedangkan tes rapid antigen pada minggu ke-32 menurun sedikit dengan angka 8,04 per 1.000 penduduk. Selain itu, peralihan pemeriksaan dari tes PCR ke tes rapid antigen tetap terjadi sebagai entry test kontak erat. Juga tes rapid antigen menjadi alternatif penetapan diagnosis sedang pelaku perjalanan. Dengan kebijakan saat ini, dalam kondisi PPKM Level 4, pelaku perjalanan udara wajib menyerahkan tes PCR.

“Semoga dengan terus melandainya kasus ini, level PPKM Balikpapan, bisa turun. Minimal dari PPKM Level 4 ke Level 3,” harapnya. Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, meski data-data menunjukkan penurunan kasus Covid-19, pihaknya tidak boleh jemawa. Pemerintah kota tidak ingin terburu-buru mengusulkan penurunan level PPKM ke pusat. Mengingat kebijakan PPKM Level 4 di Luar Jawa dan Bali, termasuk Balikpapan masih akan berlaku hingga 23 Agustus mendatang.

“Kami masih mengikuti arahan mendagri (Menteri Dalam Negeri). Apalagi selama ini PPKM Level 4 yang sudah kami lakukan ini, sudah memberikan beberapa pelonggaran,” kata dia. Mantan wakil wali Kota Balikpapan meminta masyarakat agar tidak terlena dengan adanya penurunan kasus Covid-19 selama sepekan ini. Apalagi, Pemkot Balikpapan memberikan pelonggaran pada beberapa aktivitas ekonomi dan sosial. Tidak seketat pada pelaksanaan PPKM darurat sebelumnya.

“Kami memang tidak membatasi, tapi tunggu lah sampai tanggal 23 Agustus nanti. Kita berkorban 1-2 minggu ini, agar sampai berbulan dan tahun depan. Sampai kita relatif bisa mengontrol dan mengendalikan kondisi Covid-19 di Balikpapan,” pesan Rahmad. Ketua DPD II Partai Golkar Balikpapan ini mengungkapkan, pemerintah pusat terus melakukan monitoring terhadap kondisi penyebaran Covid-19 di Balikpapan. Oleh karenanya, dia berharap dalam satu pekan ke depan, sampai kebijakan PPKM Level 4 di Luar Jawa dan Bali berakhir, jumlah kasus terus turun. Termasuk tingkat kematian juga turun.

Kata Rahmad, fokus perhatian Pemkot Balikpapan adalah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. “Mudah-mudahan isoman ini berkurang. Isolasi terpusat juga berkurang. Dan ini menjadi dasar bagi kami, menyampaikan ke pusat. Kalau sebelum tanggal 23 Agustus, rata-rata kasusnya terkonfirmasinya di bawah 50 kasus, kami bisa usulkan untuk menjadi Level 3,” pungkasnya. (kip/riz/k15)