Masih ada sebagian kawasan pedalaman Kutai Timur yang belum menikmati aliran listrik. Kendati demikian, upaya terus dilakukan.

 

SANGATTA- Warga Desa Mukti Lestari dan Batu Lepoq di Kecamatan Karangan, serta Desa Cipta Graha di Kecamatan Kaubun, akhirnya bisa dapat aliran setrum dari PLN.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi atas upaya PLN membangun jaringan listrik di kawasan pedalaman. Menurutnya, kerja keras dalam membangun desa yang belum teraliri listrik merupakan harapan pemkab.

Apalagi, PLN Cabang Sangatta telah melakukan penambahan jam operasi pembangkit ULD di Desa Long Segar, Muara Pantun dan Bumi Etam. “Maka rasio elektrifikasi menjadi 100 persen,” ujar politikus PKS itu.

Dia memastikan, pemkab siap mendukung dan terus mendorong percepatan pembangunan listrik. Keberadaan listrik akan membuat produktivitas dan kualitas kehidupan masyarakat meningkat. Sehingga dapat mendorong kemajuan perekonomian dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi lebih berkualitas.

“Kami berharap PLN semakin setia dalam menerangi negeri. Menjangkau semua kawasan di Kutim yang masih memerlukan listrik dan penambahan jam nyala,” harapnya.

Terpisah, Manajer UP3 PLN Bontang Donna Sinatra mengatakan, beroperasinya jam menyala di tiga desa tersebut, maka PLN sudah meningkatkan rasio listrik hingga 81 persen terhadap penyalaan lampu. Sehingga terdapat 620 pelanggan yang menerima manfaatnya.

Desa Mukti Lestari ada 185 pelanggan, Batu Lepoq ada 85 pelanggan dan Cipta Graha ada 350 pelanggan. Pihaknya terus berkomitmen membangun infrastruktur guna menghadirkan listrik bagi masyarakat di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T)

“Untuk mewujudkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya. (dq/ind)