PENAJAM- Lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tergabung pada Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pusing tujuh keliling. Pasalnya, bertepatan penerapan program pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 justru petugas menolak jaga di Posko Pengetatan Covid-19 di Pelabuhan Speedboat dan Kelotok Penajam.

“Seharusnya tetap buka dan anggota posko tetap melaksanakan tugasnya. Namun faktanya tidak ada makan minum (mamin) dan tidak ada uang lelah, anggota tidak mau turun,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Marjani yang dihubungi koran ini, Selasa (17/8).

Ia mengatakan, persoalan ini sudah dilaporkan kepada sekretaris kabupaten (sekkab) PPU, dan kemarin telah dilaksanakan rapat terbatas internal BPBD. Sehari sebelumnya, Senin (16/8) Marjani mengatakan setelah upacara 17 Agustus 2021, kemarin, pihaknya menggelar rapat.

“Besok siang (kemarin) baru rapat bidang BBPD karena saya juga anggota Tim Pengetatan Jalur Keluar Masuk Posko untuk selanjutnya kami laporkan kepada Pak Sekkab selaku kepala BPBD (Ex.Officio) dan Wakil Ketua III Satgas Penanganan Covid-19. Setelah rapat nanti diinformasikan perkembangannya,” katanya.

Tetapi saat dihubungi kemarin, Marjani mengatakan, rapat batal digelar. “Tidak jadi. Saya dan sekretaris menunggu cukup lama karena kabid yang menanganinya ke Balikpapan. Tetapi untuk operasional posko saya sudah perintahkan kepala bidang, ibu Nur Laela, agar posko tetap terbuka atau ada aktivitas,” ujarnya.

Nama yang disebutnya itu adalah kabid Kedaruratan dan Logistik  BPBD PPU. Kendati demikian, lanjut dia, di Posko I (Pelabuhan Speedboat dan Kelotok Penajam) dan Posko III (Pelabuhan bekas Chevron/PT PHKT) yang ada aktivitas saat ini personel yang turun dari BPBD dan Satpol PP.

Sementara di Posko III Chamber Mobil dan tenda belum ada kegiatan karena masih rusak setelah tempat itu ditabrak truk ukuran besar, pekan lalu. Biasanya, petugasnya lebih banyak karena ada dari SKPD lain dan relawan.

Seperti diwartakan, akibat minim anggaran pos pengetatan untuk penanggulangan Covid-19 di area Pelabuhan Speedboat dan Kelotok Penajam, PPU ditutup sejak Sabtu (14/8). Pos ini garda terdepan untuk melakukan pengecekan suhu badan warga yang masuk PPU dari Kota Balikpapan.

Alasan tutup posko tersebut, kata Marjani, akibat sejumlah tanggungan operasional yang belum bisa dibayar kepada pihak lain. “Persoalannya yang terhutang sampai Juni 2021 saja belum terbayar, belum cair. Apalagi yang ke depan,” kata Marjani.

“Kita sudah tidak mampu lagi mencari dana talangan, dan harus membayar jatuh tempo sampai Juli 2021 lalu sebesar Rp 1,9 miliar. Jumlah terhutang itu untuk biaya pos-pos Covid-19 dan rusunawa depan terminal Penajam,” imbuhnya. (ari/kri)