Sebaran titik banjir pada Jumat (13/8) lalu, terpantau tim relawan Samarinda mencatatkan 21 titik banjir. Namun, jumlah tersebut meningkat menjadi 44 titik, setelah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi Selasa (17/8) dari pukul 04.20–10.00 Wita. Hingga malam hari, beberapa titik masih tergenang seperti di Jalan Remaja dan Jalan P Antasari.

 

SAMARINDASebelumnya, terkait kondisi cuaca, dari Stasiun Meteorologi (Statmet) Kelas III Temindung-Samarinda memprediksi, kondisi hujan dengan intensitas sedang-lebat mengintai Kaltim, khususnya Kota Tepian hingga akhir Agustus mendatang. Hal serupa juga berpotensi di sekitar wilayah Samarinda, terutama wilayah hulu Sungai Mahakam, seperti Mahulu, Kubar, hingga Kukar.

Kami mengimbau masyarakat untuk waspada pada kondisi-kondisi pasca-hujan seperti banjir dan lainnya,” ucap Observer dan Forecaster Statmet Kelas III Temindung Fergian Yoga, beberapa waktu lalu.

Terkait dengan air yang masih menggenang dengan program banjir yang dikerjakan pemkot, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Hero Mardanus Satyawan menjelaskan, saat ini upaya tanggap yang bisa dilakukan pihaknya hanya menurunkan tim swakelola (hantu banyu) untuk melakukan normalisasi drainase.

Tim rutin melakukan normalisasi dengan lokasi yang sudah terjadwal sebelumnya. Namun, biasanya jika ada kecamatan yang memerlukan pembersihan segera, tim bisa digeser ke titik tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, terkait program besar, Hero menjelaskan beberapa program tengah berlangsung seperti proyek penguatan tebing sungai di Sempaja senilai Rp 6,38 miliar, peningkatan drainase Jalan Awang Long senilai Rp 6,9 miliar, serta peningkatan drainase Taman Samarendah senilai Rp 4,6 miliar. Beberapa proyek fisik lain dari bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim seperti di simpang Mal Lembuswana, simpang Sempaja, serta simpang Jalan DI Panjaitan juga tengah dalam proses lelang,” jelasnya.

Hero menambahkan, untuk jangka panjang, pihaknya akan melakukan sejumlah penanganan seperti pembuatan kolam retensi beberapa titik seperti di kawasan Bengkuring, bahkan normalisasi anak sungai hingga ke daerah Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV yang sebelumnya sudah melakukan pembaruan masterplan penanganan banjir Samarinda pada 2020. Kami akan koordinasi dengan BWS. Sedangkan curah hujan kemarin (17/8) itu cukup tinggi, jadi beberapa daerah langganan banjir pasti tergenang. Hanya saat ini lama waktu genangan berkurang. Lebih cepat surut,” tutupnya. (dns/dra/k8)