SAMARINDA–Kecelakaan beruntun di Jalan P Suryanata, Samarinda Ulu, Senin (16/8) jelang petang, menyisakan tanda tanya. Aparat yang bekerja menyelidiki peristiwa yang merenggut nyawa Murfat Effendi (45), pengendara motor yang tergilas dan terseret truk itu, masih mengumpulkan bukti-bukti.

Monster jalanan” bernomor polisi KT 9775 AK yang dikendarai Ashfihany Noor (44) hilang kendali dan menyeruduk kendaraan di depannya. Dalam kondisi kecepatan tinggi dari arah Kukar menuju Samarinda, truk bercat merah itu menghantam bagian belakang enam kendaraan di jalur yang sama. Setidaknya karena benturan keras, dua kendaraan dibuat naik ke median jalan. Lainnya ringsek dan rusak parah.

Nahas, setelah menghantam minibus bernopol KT 1318 N yang dikendarai Muhammad Irfan (22), truk beroda jamak itu menyasar pengemudi motor di sisi kiri jalan, yakni Murfat Effendi (45). Pengendara Honda PCX KT 2503 FZ itu harus meregang nyawa dengan kondisi tragis, setelah terseret dan terlindas truk bermuatan ban. Berbeda nasib dengan Murfat, pengendara lainnya hanya mengalami cedera ringan, dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Dari olah TKP, ada tujuh kendaraan yang terlibat. Kalau untuk korban satu meninggal, sisanya cedera ringan dan sedang dalam perawatan," ungkap Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Wisnu Dian Ristanto.

Meski telah mendata dan mengumpulkan sejumlah keterangan serta mengamankan Ashfihany Noor selaku pengendara truk, penyebab pasti kecelakaan hingga kini belum diketahui. Terkait dugaan masalah pada sistem pengereman pun ini belum bisa dibenarkan perwira berpangkat melati satu tersebut.

"Yang pasti kami ketahui kendaraan tersebut menabrak beruntun kendaraan lain. Penyebabnya atau siapa yang lalai itu masih diselidiki. Kami juga enggak berani menduga-duga, tapi kami pasti akan sesuaikan dengan ahlinya apakah memang rem blong atau lainnya. Itu juga kami dalami keterangan sopirnya," jelasnya. Terkait status sopir truk maut, kini masih sebatas saksi. Sebab, masih penyelidikan lebih lanjut. Bukti rekaman closed circuit television (CCTV) di area kecelakaan pun saat ini tengah dipelajari kepolisian. "Masih kumpulkan bukti dan keterangan saksi, baru bisa memutuskan ada kelalaian atau tidak," imbuhnya.

Jika nantinya alat bukti dan penyelidikan yang dilakukan dirasa masih kurang, tidak menutup kemungkinan traffic accident analysis (TAA) dilakukan. Nantinya akan melibatkan Tim TAA Ditlantas Polda Kaltim. Hal itu untuk memastikan penyebab kecelakaan dan menambah alat bukti dalam kecelakaan berdarah tersebut. "Masih dikaji lagi, karena TAA itu kan sebagai alat bukti juga. Tapi kalau dengan keterangan olah TKP, saksi-saksi atau koordinasi dengan jaksa dirasa sudah cukup dan bisa diajukan (berkas perkara), ya kami ajukan. Tapi kalau dirasa masih ragu, belum jelas dan dirasa perlu analisa lebih lanjut, pasti gelar TAA," terangnya.

Turut ditambahkan Kanit Laka Satlantas Polresta Samarinda Ipda Henny Merdikawati, saat ini ada dua saksi yang masih diperiksa. Sedangkan seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Gudang Barang Bukti di Km 4, Jalan Poros Samarinda-Balikpapan. "Sementara baru dua, sopir truk sama pak RT di lokasi kejadian," jelasnya. Terkait hasil pemeriksaan sopir truk dan pengecekan awal kendaraan, rupanya sistem pengereman truk roda 12 tersebut masih bisa berfungsi. Kini, pihaknya tengah mendalami penyebab lainnya.

"Sopirnya sudah diminta keterangan, tapi mengatakan jika saat itu terjadi secara tiba-tiba. Dia bilang tiba-tiba saja nabrak. Mobilnya juga enggak kenapa-kenapa, sudah dicoba mobilnya (truk) masih bagus. Itu masih coba didalami kembali," kuncinya. (*/dad/dra/k8)