Di Malaysia, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin juga runtuh. Raja Sultan Abdullah Ahmad Shah kemarin menerima pengunduran diri Muhyiddin. Namun, dia tidak serta-merta lengser. Muhyiddin akan menjadi PM sementara sampai penggantinya ditemukan. Dengan pengunduran diri tersebut, Muhyiddin menjadi PM tersingkat Malaysia. Dia hanya berkuasa selama 17 bulan.

Dalam pidatonya, Muhyiddin menegaskan bisa mengesampingkan prinsipnya dan tetap menjadi PM. Politikus Partai Bersatu itu memang bisa menunggu hingga voting kepercayaan digelar September nanti. “Tapi itu bukan pilihan saya. Saya tidak akan pernah bekerja dengan kleptokrasi, mengganggu peradilan atau membelakangi konstitusi untuk tetap berkuasa,” tegasnya.

Berbagai spekulasi kini bermunculan terkait siapa yang bakal menggantikan Muhyiddin. Sisa koalisi Perikatan Nasional (PN) bisa mencari dukungan dan mengusung sosok baru untuk tetap berkuasa. Di lain pihak, oposisi juga bisa melakukan hal serupa. “Penggantinya bisa siapa saja,” ujar Oh Ei Sun dari Singapore Institute of International Affairs.