BALIKPAPANPemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level empat di Kota Balikpapan kembali diperpanjang hingga 23 Agustus 2021. Meski begitu, pembatasan kali sedikit membawa angin segar bagi sejumlah sektor.

Salah satunya industri pusat perbelanjaan atau mal. Dalam kebijakan terbaru, tenant-tenant selain swalayan, farmasi, dan makanan yang dalam area mal sudah diperbolehkan untuk kembali beroperasi. Namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat. "Iya, mereka sudah boleh buka," kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud.

Dia melanjutkan, meski sudah boleh dibuka, tetap akan ada pembatasan yakni maksimal 50 persen dari kapasitas. Dengan jam operasional, hanya sampai pada pukul 20.00 Wita.

"Kebijakannya ini sudah luar biasa, tinggal ditaati saja. Jangan sampai dilanggar," ungkap orang nomor satu di lingkungan Pemkot Balikpapan itu.

Rahmad menambahkan, yang belum diperbolehkan dalam area mal hanyalah kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat. "Seperti kegiatan pekan promosi, seluruh event, hiburan, wahana bermain, dan sejenisnya belum diperbolehkan," ucap Rahmad.

Terkait kebijakan ini, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kaltim Aries Adrianto menjelaskan, sebenarnya selama PPKM darurat sesuai SE Wali Kota dan Inmendag RI bahwa mal diminta tutup. Namun, seperti swalayan, tenant farmasi masih boleh buka, sementara restoran hanya diperbolehkan take away.

Namun, setelah ada kebijakan baru semua tenant kini sudah boleh buka dan restoran kini boleh dine in, meski hanya 25 persen dari kapasitas. "Meski begitu, tenant yang sebelumnya diminta tutup sekarang sudah lega karena bisa buka kembali, tetapi untuk transaksi memang masih jauh dari harapan," terang dia.

Dia meneruskan, butuh satu hingga dua tahun mal hingga tenant bisa kembali pulih dan stabil. "Karena kalau sekarang pengaruhnya belum membantu, karena tingkat kunjungan masih rendah ditambah daya beli masyarakat juga belum pulih akibat masih fokus masalah kesehatan," ujar dia. (jo/tom/k8)