BALIKPAPAN–Iringan musik dari lagu Gemu Fa Mi Re mengakhiri kegiatan sport and culture day Garuda Shield ke-16, Jumat (13/8). Sekalipun lokasi acara berlumpur setelah diguyur hujan, tentara Amerika dan Indonesia serempak menari bersama di lapangan Yonif 600 Modang, Manggar, Balikpapan Timur. Acara kemarin merupakan kegiatan pelepas penat setelah tentara kedua negara mengikuti latihan tempur selama dua pekan terakhir di Pustlatpur Amborawang, Kukar.

Berbagai kegiatan olahraga ketangkasan dan kekompakan digelar. Prajurit Yonif 600 Modang dan US Army dilebur dan dibagi dalam beberapa tim. Masing-masing tim terdiri dari 1015 orang. Mereka melakukan pertandingan adu panco, tarik tambang, bakiak, pecah balon, dan berjalan di atas matras. Berlangsung semarak. Semua tampak antusias. Menang ataupun kalah mereka menikmatinya. Seruan dan yel-yel bersahut-sahutan guna menyemangati satu sama lain. Begitupun ketika mereka menang, mereka langsung mengekspresikan dengan meloncat dan bertepuk tangan.

Saya tidak pernah mendengar musik khas Indonesia (Kalimantan), terdengar merdu dan magis. Apalagi saat melihat para penari (Dayak), kami sangat antusias bisa mengenal budaya Indonesia dan bisa bermain games bersama,” ucap Evans, prajurit US Army yang berasal dari Tennessee. Acara tersebut turut disaksikan Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa. Dia menuturkan, hubungan emosional yang terjalin antara prajurit diharapkan terus berlanjut. Tidak hanya ketika latihan tapi juga di luar itu dan bertahan selamanya.

Garuda Shield menjadi ajang menjalin persaudaraan, kerja sama, kesiapsiagaan prajurit. Saya senang melihat apa yang telah dicapai. Ada bonding tercipta di antara prajurit US Army dan TNI AD. Itu berarti latihan ini (Garuda Shield) sukses. Saya yakin geladi lapangan ini akan membawa angkatan darat lebih maju,” ucapnya. Sehari sebelumnya, mantan komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ini juga turut menyaksikan latihan tempur di Amborawang. Selama kehadirannya di Balikpapan, KSAD mencuri perhatian karena sikap romantisnya terhadap Diah Erwiany, istrinya.

Sepanjang kegiatan di Amborawang hingga di Yonif 600 Modang, Andika Perkasa tampak selalu menggenggam tangan istrinya. Di beberapa momen, KSAD juga tertangkap kamera memeluk pundak sang istri. Dalam acara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor turut hadir menyaksikan penutupan Garuda Shield ke-16. Dia mengaku bangga Kaltim dipilih sebagai lokasi latihan. Gubernur berharap, tahun depan acara serupa kembali digelar di Amborawang. Dia juga mengajak warga Amerika menjelajah di Kaltim, seperti Kepulauan Derawan maupun Kakaban di Berau.

Saya bangga Kaltim menjadi tempat latihan bersama. Untuk diketahui, lokasi latihan tidak jauh dari rencana pusat ibu kota negara (IKN) sekitar 57 kilometer dari Amborawang,” tutupnya. (lil/riz/k8)