SAMARINDA-Meski tambahan kasus positif Covid-19 di Kaltim saat ini masih di atas seribu tiap harinya, jumlah pasien yang dirawat menunjukkan penurunan. Meski begitu, pemerintah tetap mempersiapkan fasilitas mengantisipasi lonjakan kasus terjadi lagi. Dalam data harian, terjadi penurunan jumlah pasien yang dirawat karena positif aktif.

Awal Agustus lalu misalnya, jumlah pasien positif aktif yang dirawat mencapai 22 ribu orang. Sementara Jumat (13/8), ada penurunan 508 orang pasien, sehingga jumlah pasien positif mencapai 17.454 orang. Meski begitu, positive rate di Kaltim masih mencapai 33,6 persen. "Alhamdulillah, tren kesembuhan di Kaltim terus meningkat. Meski kasus terkonfirmasi masih terjadi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padilah Mante Runa. Padilah berharap, tren kesembuhan yang terus meningkat menjadi motivasi bagi masyarakat, termasuk pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Selain itu, dia mengingatkan protokol kesehatan tetap menjadi kewajiban masyarakat saat ini. Kemudian, agar masyarakat tidak terpapar virus corona, selain disiplin protokol kesehatan, Padilah meminta warga agar meningkatkan daya tahan tubuh. Kebiasaan hidup bersih dan perilaku sehat menjadi keutamaan. Walaupun ada yang sudah menerima vaksin, terlebih belum menerima. "Meski sudah ada yang vaksin atau belum, kami imbau tetap tingkatkan daya tahan tubuh, sehingga tak mudah terpapar," jelasnya.

Pemprov Kaltim pun tetap mempersiapkan tambahan ruangan perawatan Covid-19. Gubernur Isran Noor mengatakan, pihaknya menyiapkan Asrama Atlet di Kompleks GOR Madya Sempaja, Samarinda. Isran menegaskan, yang dipakai adalah asrama, bukan hotel atlet yang saat ini kondisinya rusak parah. Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan asrama atlet tersebut. Tetapi memang kendalanya adalah tenaga kesehatan yang akan menangani pasien.

"Nah itu, karena kita tidak ada, kita mau lapor ke menteri Kesehatan dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Isran. Dia melanjutkan, asrama atlet yang saat ini disiapkan, sebenarnya kapasitasnya cukup besar. Kamar yang tersedia, disebut Isran, mencapai 200 kamar. Nah, jika satu kamar dimasukkan dua ranjang, artinya kapasitas bisa sampai 400 orang.  

"Gedungnya itu kerja sama dengan pihak PUPR-Pera (Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat), untuk mempersiapkan tempat tidurnya, kita bekerja sama dengan BNPB," sambung Isran. Dia melanjutkan, pemerintah daerah pasti melakukan sharing. Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Kalimantan Timur, Ditjen Cipta Karya memang intensif melakukan koordinasi dengan instansi Pemerintah Provinsi Kaltim.

Diungkapkan Kepala Biro Humas Setda Prov Kaltim M Syafranuddin, pihak Balai PPW Kaltim telah melakukan koordinasi awal dengan Dinas Kesehatan Kaltim, Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. "Hal ini terkait usulan Pemprov Kaltim menetapkan Asrama Haji Batakan Balikpapan dan Wisma Atlet Sempaja sebagai lokasi Isolasi Terpusat Covid-19 di Kaltim," jelasnya. (nyc/riz/k16)