Sektor pariwisata yang terseok-seok karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, harus bersabar untuk bisa beroperasi kembali. Pemkot Samarinda belum berani mengambil kebijakan khusus, meskipun pelaku usaha mulai merumahkan puluhan karyawan.

SAMARINDA–Harapan terakhir yakni Senin (23/8) mendatang, Kota Tepian bisa turun ke level yang lebih rendah. Sehingga, pelonggaran bisa berlaku. Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan ini merupakan kebijakan nasional yang harus diikuti.

Tetapi selaku wali kota, pihaknya memberi kesempatan kepada warga untuk tetap bisa melaksanakan kegiatan ekonominya. “Dengan catatan, patuhi protokol kesehatan, yang tidak menimbulkan kerumunan serta kapasitasnya dikurangi,” ucapnya, (13/8).

Dia menyebut, selama ini tim satgas kecamatan yang rutin melakukan operasi yustisi tidak pernah melarang orang berjualan. Namun, hanya minta warga maupun pelaku usaha mematuhi protokol kesehatan.

Ia mengakui evaluasi saat ini menunjukkan perilaku masyarakat sudah baik, ditandai lebih banyak yang taat. Namun ada juga yang masih abai. “Nah mereka yang abai ini terus-menerus diingatkan,” ujarnya.

Ketika di lapangan, pihaknya selalu menyampaikan jika jam 9 malam diimbau untuk tutup. “Besok lagi cari rezekinya. Siapa tahu dengan taat prokes Allah SWT memberi rahmat rezeki yang lebih banyak. Karena telah menjaga keselamatan warga lainnya,” sebut dia.

Menurut dia, saat ini pola pikir warga Samarinda perlahan berubah. Lebih memilih makan di tempat yang taat protokol kesehatan daripada yang berkerumun. Bahwa kondisi ini juga hanya sementara, mengacu pada indikator penyebaran dan penanganan Covid-19.

Besar harapan kalau kerja sama ini bisa ditingkatkan, bukan tidak mungkin pemerintah akan membuka kembali kegiatan ekonomi, walaupun hidup berdampingan dengan Covid-19. “Makanya dalam setiap instruksi kami tidak banyak menuliskan kata larangan. Hanya imbauan, agar mereka bisa tertib prokes (protokol kesehatan),” terangnya.

Mengenai tempat wisata, Andi Harun menyebut harus menunggu hingga batas akhir pemberlakuan perpanjangan PPKM Level 4, Senin (23/8) mendatang. Diakuinya, mengatur tempat wisata tidak seperti mengatur kafe atau resto, karena destinasi wisata tersebut bukan cuma dikunjungi warga Samarinda.

“Kalau tiba-tiba dibuka dan pengunjung membeludak, bisa berpotensi membuat kondisi Samarinda memburuk. Sehingga harapannya ada regulasi baru dari pemerintah pusat terhadap aktivitas di tempat wisata,” ucapnya.

Dia mencontohkan, ketika diizinkan buka bisa saja ada persyaratan khusus. Semisal menunjukkan kartu vaksin, hingga pemberlakuan swab antigen atau PCR bagi pengunjung dan lainnya. Sehingga, bisa menjamin kesehatan dan tetap menggerakkan ekonomi secara perlahan.

“Tidak mungkin kami terus-menerus melakukan pembatasan, karena menyangkut kegiatan ekonomi masyarakat. Semoga setelah 23 Agustus ada pelonggaran besar bagi Samarinda, sehingga ekonomi bisa berjalan kembali. Tetapi dengan catatan, patuhi protokol kesehatan,” tutupnya. (pro)