SAMARINDA–Hingga akhir Agustus mendatang, warga Samarinda harus mewaspadai terjadinya perubahan cuaca hujan dengan kategori sedang hingga lebat. Kondisi ini memicu terjadinya banjir sehingga berpotensi menyebabkan genangan pada beberapa titik.

Seperti yang terjadi, Jumat (13/8), sebanyak 21 titik terjadi genangan. Terkait pantauan cuaca tim Observer dan Forecaster Stasiun Meteorologi (Statmet) Kelas III Temindung-Samarinda Fergian Yoga menjelaskan, penyebab hujan di Kalimantan disebabkan adanya belokan angin, serta pusaran angin di seputaran Kalimantan Barat.

Kondisi itu menyebabkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan. “Dengan kondisi itu, Kaltim pada Agustus berpotensi terjadi curah hujan menengah hingga tinggi. Khusus menengah meliputi Samarinda, Bontang, PPU, Paser, Balikpapan, Berau, Kubar, dan Kukar,” ucapnya, kemarin.

Sedangkan hujan tinggi, lanjut dia, dapat terjadi di Mahulu, Kutai Timur bagian barat, dan Berau bagian barat. Sementara itu, berdasarkan potensi cuaca harian hingga enam hari ke depan Jumat–Rabu (13–18/8), hujan sedang dan lebat berpotensi terjadi di seluruh Kaltim.

Misalnya, Kamis (12/8), intensitas hujan mencapai 54 mm (lebat), serta pada Jumat (13/8) intensitas mencapai 40,5 mm (sedang). “Kami mengimbau masyarakat waspada pada kondisi-kondisi pasca-hujan seperti banjir dan lainnya,” singkat dia.

Sedangkan dari sisi Pemkot Samarinda, Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi pada Jumat (13/8) pagi meninjau operasional dua mesin pompa di kolam retensi Voorvo, atau simpang Lembuswana dan bagian hulunya di sisi Jembatan Ruhui Rahayu menuju Sungai Karang Mumus (SKM).

Rusmadi menyebutkan pada kondisi hujan deras kedua pompa beroperasi sebagaimana mestinya. “Dengan begitu bisa mempercepat genangan surut,” ucapnya, kemarin.

Terkait evaluasi keseluruhan beberapa kegiatan yang dilaksanakan OPD teknis yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) seperti peningkatan drainase tersebar dan pengurasan sedimentasi sudah berjalan baik. Meskipun banjir pada Jumat, beberapa titik masih terdapat genangan, bahkan dari pagi hingga malam hari.

Saat ini beberapa program tengah direncanakan seperti drainase di simpang Sempaja, kerena di sana memang tidak ada drainase penghubung yang maksimal. Sedangkan yang tengah berjalan seperti di hilir sungai Sempaja tepatnya di Perumahan Pondok Surya Indah (PSI).

“Intensitas hujan yang tinggi juga membuat genangan lambat surut, namun tetap kami pantau berkala,” ucapnya. (dns/kri/k8)