SAMARINDA–Permasalahan parkir di Kota Tepian seakan tak pernah beres. Meski setiap pelanggaran ditindak, berselang hari kemudian kendaraan kembali terparkir di bahu jalan. Padahal, rambu larangan parkir dan stop terpampang dengan jelas.

Jalan Yos Sudarso menjadi tempat yang sering dilanggar. Pemberian sanksi berupa tilang sebenarnya sudah sering diberikan ke pengendara mucil. Namun, hingga kini, sanksi tegas belum cukup menyelesaikan permasalahan klasik ini.

Dikonfirmasi belum lama ini, Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Wisnu Dian Ristanto mengatakan, pihaknya pasti melakukan penertiban setiap melihat pelanggaran lalu lintas.

Namun, menurut dia, permasalahan parkir di bahu jalan ini mesti ada langkah konkret lainnya. Salah satunya penyediaan kantong parkir. Di mana, kawasan tersebut minim kantong parkir. Khususnya bagi kendaraan roda empat ke atas.

“Kawasan itu kan minim juga kantong parkir jadi pasti banyak pelanggaran. Kalau di lalu lintas ini pasti saling berkaitan,” jelasnya. Sementara itu, Kasi Perparkir Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Sofyan Saurie menjelaskan, kendaraan besar di tepi jalan sebenarnya sedang menunggu antrean masuk Pelabuhan Samarinda untuk aktivitas bongkar muat.

“Mereka itu, posisinya sebenarnya menunggu mau masuk pelabuhan, karena di pelabuhan itu bayar (parkir) masuknya, jadi kalau mereka mau aktivitas baru masuk. Jadi kalau kami tindak terus takutnya berbenturan, apalagi kondisi saat ini, mereka kondisi sulit juga, yang penting nggak buat macet lah,” ucapnya.

Tapi, menurut dia, teguran terkait pelanggaran parkir juga sering dilakukan. “Tapi untuk di Yos Sudarso itu kan lalu lintas juga tidak terlalu ramai seperti di tengah kota, cuma kami sering imbau,” sambungnya.

Terkait permasalahan klasik ini nantinya dievaluasi Dishub bersama instansi terkait. Dalam evaluasi tersebut akan melihat pertimbangan rambu lalu lintas dan tingkat kepadatan jalan di kawasan pelabuhan tersebut.

“Yang jelas, nanti jadi evaluasi kami, apakah nantinya ada perubahan rambu melihat dampak lalu lintas yang ada, atau apakah kantong parkir di PT Pelindo IV bisa difungsikan, sehingga rambu nggak berubah,” jelasnya.

Rencana penggunaan area PT Pelindo IV menjadi kantong parkir ini sejatinya bukan wacana baru yang mengemuka. Di mana sudah muncul sejak 2019, namun hingga kini masih sekadar wacana belaka.

Terkait hal tersebut, Sofyan menjelaskan jika pihaknya telah kembali melayangkan surat perjanjian kerja sama ke Pemerintah Kota Samarinda, sebelum kembali ditujukan ke PT Pelindo IV (Persero) Cabang Samarinda.

Kini pihaknya menunggu persetujuan Pemkot Samarinda terkait rencana kerja sama dalam perparkiran Kota Tepian.

Kan kita ini berubah wali kota. Jadi, kami kembali masukan surat itu ke bagian kerja sama, jadi nunggu keputusan Beliau (wali kota Samarinda). Kalau diminta kembali hubungi Pelindo untuk kerja sama pasti langsung kami laksanakan," tukasnya. (*/dad/kri/k8)