BALIKPAPAN–Integrasi lima seksi Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) semakin dekat akan terwujud Agustus ini. Itu setelah tahap konstruksi Seksi 1 dan Seksi 5 di Balikpapan, dinyatakan tuntas. Operator kini tinggal menunggu keluarnya sertifikat laik operasi (SLO).

Kami sudah laporkan ke menteri (PUPR). Prakiraan selesai penyempurnaannya pada minggu kedua Agustus, sehingga harapan kami bisa memperoleh SLO dari Dirjen Bina Marga (Kementerian PUPR),” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit kepada Kaltim Post, (12/8).

Dia menjelaskan, saat ini telah dilakukan proses perbaikan terhadap hasil uji laik fungsi (ULF) Seksi 1 dan Seksi 5. Kegiatan itu dilaksanakan oleh tim evaluasi yang terdiri dari unsur Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri pekan lalu. ULF meliputi pengecekan kualitas konstruksi jalan markah jalan, serta rambu lalu lintas. Dengan demikian, Seksi 1 dan Seksi 5 Tol Balsam menghasilkan mutu pengoperasian jalan yang aman bagi pengendara.

Setelah pelaksanaan uji laik fungsi rampung, barulah dikeluarkan sertifikat laik fungsi (SLF) dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub dan SLO dari Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Selanjutnya, dilakukan pengusulan surat keputusan (SK) pengoperasian Seksi 1 dan Seksi 5 Tol Balsam, kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Jika SK pengoperasian tersebut sudah ditandatangani, maka dua ruas tol tersebut seksi yang pengoperasiannya molor sejak pertengahan 2020, bisa digunakan sepenuhnya oleh masyarakat.

Pengoperasian setelah ada SK dari menteri PUPR. Kami memproses SK setelah Dirjen Bina Marga (Kementerian PUPR) menerbitkan SLO,” imbuh pria berkacamata itu.

Dengan demikian, seluruh ruas Tol Balsam sepanjang 99,7 kilometer yang menghubungkan Balikpapan-Samarinda, melalui Kutai Kartanegara (Kukar) akan tersambung dan beroperasi penuh pada bulan ini. Berdasarkan rencana sebelumnya, peresmian dan operasional Seksi 1 dan Seksi 5 Tol Balsam diharapkan bisa dilaksanakan di Agustus ini oleh Presiden Joko Widodo.

Rencana kami begitu. (Teknis peresmian dan operasional Seksi 1 dan 5 Tol Balsam) Saya mengikuti arahan dari Kantor Staf Presiden (KSP) dan Menteri PUPR saja,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Junaidi menuturkan, Seksi 1 dan Seksi 5 siap dioperasikan Agustus ini. Pemanfaatannya kini tinggal menunggu keputusan pusat. Apakah terlebih dulu diresmikan Presiden Joko Widodo 17 Agustus nanti, atau langsung dioperasikan.

Kami sudah melaporkan, dua seksi ini sudah siap dioperasikan. Tinggal seremonialnya seperti apa. Kami juga sudah bersurat mengenai peresmian itu,” katanya. Dia menegaskan, pada prinsipnya Seksi 5 dan Seksi 1 siap difungsikan. Kerusakan jalan yang ambles sebelumnya, sudah dilakukan perbaikan. Sehingga, sudah relatif bagus dan layak untuk dilewati. Yang penting tolnya sudah siap. Karena tahun lalu, kami yang belum siap. Tinggal menunggu peresmiannya saja,” katanya.

Untuk diketahui, Tol Balsam yang memiliki panjang 99,55 kilometer, terdiri atas lima seksi. Seksi 1 ruas BalikpapanSamboja (22,03 km). Kemudian, Seksi 2 ruas SambojaMuara Jawa (30,98 km), Seksi 3 ruas Muara JawaPalaran (17,50 km), Seksi 4 ruas PalaranJembatan Mahkota II (17,95 km). Selanjutnya, Seksi 5 ruas Km 13, Karang JoangSepinggan (11,09 km). Sejak Desember 2019, Seksi 2, Seksi 3, dan Seksi 4 sudah beroperasi. Membuat perjalanan warga dari Samarinda menuju Samboja atau sebaliknya, hanya memakan waktu sekitar satu jam dari sebelumnya hampir dua jam.

Pembangunan tiga ruas tol tersebut merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda. Sementara Seksi 1 dan Seksi 5, pembiayaannya ditanggung pemerintah. Dalam keterangan resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, progres keseluruhan konstruksi Seksi 1 dan Seksi 5 sudah 100 persen. (kip/riz/k8)