DIDAMPINGI istri, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa meninjau langsung Garuda Shield ke-15 di Pusat Latihan Tempur Kodam VI/Mulawarman, Amborawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (12/8). Ini merupakan daerah ketiga yang didatangi setelah mengunjungi Baturaja dan Makalisung yang turut menggelar latihan bersama TNI AD dan US Army.

Disaksikan kasad, kedua pasukan melakukan latihan tembak mortir kaliber 60 mm. Sebanyak 38 amunisi ditembakkan ke arah target sejauh 2,5 kilometer. Latihan ini merupakan bagian dari field training exercise yang memadukan beberapa komponen persenjataan. Sebelum menyaksikan langsung penembakan mortir, kasad sempat berbincang dengan Charlie Company Commander BN 1-21 Captain David Moats.

Meski cuaca di lokasi latihan tempur sempat diguyur hujan, David mengatakan, latihan berjalan baik. Target yang dicapai cukup akurat. Mendengar hal itu, kasad berharap latihan ini bisa memberikan pengalaman kepada prajurit TNI AD hingga di hari terakhir kegiatan. Jenderal Andika juga menyapa dan berdiskusi dengan anggota prajurit Yonif 600 Modang. Dirinya berpesan, Garuda Shield merupakan sebuah latihan strategis TNI dalam meningkatkan kemampuan prajurit, tidak hanya di persenjataan tapi juga bahasa.   

Pria kelahiran Bandung 56 tahun silam ini mengungkapkan, tujuan utama Garuda Shield yang telah berlangsung selama 15 tahun bukan untuk mencari perbedaan maupun terkuat. Melainkan menyelaraskan ide ataupun taktik baru dalam berperang. Militer kedua negara diharap bisa sama-sama belajar. Rintangan selama latihan dianggap sebagai tantangan yang harus dihadapi.

Lanjut dia, program latihan militer dengan Amerika tidak hanya Garuda Shield. Tetapi sedikitnya ada tujuh jenis. Kemudian, bukan hanya dengan Amerika, latihan bersama berbagai negara seperti Australia pun sudah memasuki 25 tahun ataupun Malaysia yang telah berjalan selama 45 tahun.  Perbedaan senjata itu sudah kita tahu sama tahu, dalam latihan tidak ada kaitan dengan jenis senjata. Sejak 15 tahun Garuda Shield digelar tidak dipengaruhi perbedaan senjata. Bukan yang mana lebih, mana yang kurang. Mencari kesamaan bukan perbedaan. Bagaimana kita mendekatkan partnership melalui latihan, latihan ini benar-benar sarana saja, tidak berbicara tentang politik,” ujarnya.  

Selain melakukan tembak mortir di Amborawang, sebagian personel juga melakukan latihan di Lapangan Tembak Yonif 600 Modang, Manggar. Sementara pagi ini (13/8), peserta akan mengikuti kegiatan sport dan culture day. Kemudian sore harinya, dilakukan evaluasi menyeluruh untuk kegiatan Garuda Shield ke-16. Acara ini turut diikuti kasad.

Sebelum menggelar Garuda Shield, tutur mantan komandan Paspampres itu, lebih dulu dilakukan pertemuan staf angkatan dari kedua negara. Serta konferensi perencanaan latihan. Sejauh ini pembicaraan untuk Garuda Shield tahun depan masih belum dilakukan. Kalau tidak salah Oktober baru kita adakan army to army staff talks. Tapi yang jelas dalam benak kami, pimpinan, penyelenggara termasuk dari pihak dari US Army pun sudah mulai apa saja yang perlu kita tingkatkan,” sebutnya.

Latihan apapun itu berikutnya kita harus lebih bagus, semakin kompleks memberikan pengalaman baru. Untuk fasilitas dan senjata tahun ini masuk periode pengadaan alutsista 20212024 sudah direncanakan, itu tidak akan terpengaruh,” imbuhnya. (lil/riz/k16)