TERGESA-gesa berkomentar di media sosial terkadang bisa menjadihoax. Itu pula yang dilakukan akun Facebook Abraham Lincon saat menanggapi sebuah video tentang korban Covid-19. Dia langsung menuding masyarakat dan pemerintah tidak peduli nasib korban Covid-19. 

Video yang dibagikan ulang akun Abraham Lincon itu sebenarnya biasa saja. Bersumber dari rekaman penumpang sebuah mobil tentang jenazah korban Covid di pinggir jalan yang sepertinya tak kunjung dimasukkan ke ambulans. Tampak juga seorang petugas dengan pakaian hazmat serta seorang warga yang mengenakan kaus dan sarung. 

Ada mayat Covid di Jember, nggak ada yang angkat. Lihat ini nggak ada yang angkat. Ini bukti nyata kalau Covid….” Begitu penggalan suara perempuan yang merekam kejadian itu.

Akun FacebookAbraham Lincon pun menambahkan komentar yang mempertanyakan kinerja pemerintah. ”Penanganan yang sangat sangat diluar nalar. Mana solusi dari pemerintahan daerah Wes wayahe amburadul. Wes wayahe bergelimpangan jenazah Jember bangkit dari kubur,” tulis akun tersebut (bit.do/TakAdaYangAngkat). 

Tudingan bahwa jenazah itu ditelantarkan tentu tidak beralasan. Jelas sekali dalam video tersebut terdapat sebuah ambulans dan petugas yang mengenakan pakaian hazmat. Memang jenazah itu berada di atas brankar yang bagian bawahnya terlipat. Memberikan kesan bahwa jenazah itu tergeletak di tepi jalan. 

Penelusuran jejak digital menunjukkan bahwa jenazah tersebut tidak ditelantarkan. Brankar yang digunakan untuk membawa jenazah ke dalam ambulans itu ternyata macet. ”Bukan dibiarkan di pinggir jalan atau ditelantarkan. di sana juga ada keluarga korban yang setelah kejadian itu langsung mengangkat jenazah ke rumah duka,” kata Kepala Puskesmas Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, dr Rumi Enggarwati. 

Rumi menjelaskan, sebelum kejadian di video tersebut, petugas kesehatan menerima informasi ada warga yang sedang sakit dan isolasi mandiri. Warga itu kemudian dibawa ke RS Kaliwates. Sesampainya di rumah sakit, warga itu meninggal dunia. Karena warga tersebut terkonfirmasi positif, dilakukan pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19. Anda dapat membacanya di bit.do/AlatRusak(zam/c13/fat/luc)

 

FAKTA

Posisi jenazah yang berada di bawah itu terbaring di atas brankar. Kebetulan brankar mengalami kerusakan sehingga tak berfungsi optimal.