Beberapa warga pemilik lahan yang belum menerima pembayaran, berpotensi menutup akses Tol Balsam Seksi 1. Pagar yang sebelumnya dipasang, dijebol.

 

BALIKPAPAN-Beberapa kali molor, Seksi 1 dan Seksi 5 Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) siap dioperasikan Agustus ini. Pemanfaatannya kini tinggal menunggu keputusan pusat. Apakah terlebih dulu diresmikan Presiden Joko Widodo 17 Agustus nanti, atau langsung dioperasikan.

“Kami sudah melaporkan, dua seksi ini sudah siap dioperasikan. Tinggal seremonialnya seperti apa. Kami juga sudah bersurat mengenai peresmian itu,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Junaidi kepada Kaltim Post,(11/8). Dia menuturkan, rencana semula, presiden akan meresmikan bertepatan dengan HUT ke-76 proklamasi kemerdekaan RI. Namun, diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kaltim, membuat rencana yang disusun serba tak pasti.

“Semoga semakin membaik, biar lebih cepat program yang sudah direncanakan ini. Yang penting prinsipnya, kami sudah siap mengoperasionalkannya. Tinggal menunggu keputusan pusat bagaimana nantinya. Karena masih melihat perkembangan kasus yang ada di Kaltim seperti apa,” jelas Junaidi. Sebelumnya, pemanfaatan Seksi 2, Seksi 3, dan Seksi 4 Tol Balsam diresmikan langsung presiden pada 17 Desember 2019 lalu.

“Harapan kami bisa diresmikan presiden. Karena tadinya direncanakan bersama dengan groundbreakingIKN (ibu kota negara), kalau sudah UU-nya. Tapi karena kondisi pandemi begini ‘kan, belum ada waktu pembahasan UU IKN,” terangnya. Sembari menunggu kepastian dari pemerintah pusat, pihaknya mengawal beberapa kendala teknis Seksi 1 dan Seksi 5. Terutama pada Seksi 1, yang menghubungkan Gerbang Tol Karang Joang di Balikpapan dengan Gerbang Tol Samboja di Kutai Kartanegara (Kukar).

Selain masih ada kegiatan merapikan hasil pengerjaan dan pemasangan rambu, juga masih terkendala permasalahan sosial dengan warga. Warga pemilik lahan yang masuk kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar (HLSM), masih melakukan penutupan akses. Beberapa pagar yang sudah dipasang, dijebol kembali. Warga menuntut pembayaran lahan yang masuk pembangunan Tol Balsam itu. Padahal masih dalam tahap konsinyasi dan tinggal dilakukan pembayaran saja. Saat ini uang pembayaran dititipkan ke pengadilan.  

“Tapi pihak Jasa Marga (PT Jasamarga Balikpapan Samarinda/JBS) sudah lapor ke polda. Karena khawatirnya, begitu dioperasikan nanti, banyak demo dan melakukan penutupan,” ungkap Junaidi. Dia kembali menegaskan, pada prinsipnya Seksi 5 dan Seksi 1 siap difungsikan. Kerusakan jalan yang ambles sebelumnya, sudah dilakukan perbaikan. Sehingga, sudah relatif bagus dan layak untuk dilewati. “Yang penting tolnya sudah siap. Karena tahun lalu, kami yang belum siap. Tinggal menunggu peresmiannya saja,” katanya.

Diketahui, Tol Balsam yang memiliki panjang 99,55 kilometer, terdiri atas lima seksi. Seksi 1 ruas Balikpapan–Samboja (22,03 km). Kemudian, Seksi 2 ruas Samboja-Muara Jawa (30,98 km), Seksi 3 ruas Muara Jawa-Palaran (17,50 km), Seksi 4 ruas Palaran-Jembatan Mahkota II (17,95 km). Selanjutnya, Seksi 5 ruas Km 13, Karang Joang-Sepinggan (11,09 km). Sejak Desember 2019, Seksi 2, Seksi 3, dan Seksi 4 sudah beroperasi. Membuat perjalanan warga dari Samarinda menuju Samboja atau sebaliknya, hanya memakan waktu sekitar satu jam dari sebelumnya hampir dua jam.

Pembangunan tiga ruas tol tersebut merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda. Sementara Seksi 1 dan Seksi 5, pembiayaannya ditanggung pemerintah. Dalam keterangan resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, progres keseluruhan konstruksi Seksi 1 dan Seksi 5 sudah 100 persen.

Humas PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) Hima Jaya menuturkan, pekan pertama Agustus, dilakukan uji laik fungsi di Tol Balsam. Momen ini sebagai tahap pemeriksaan terhadap kesiapan Tol Balsam. Dalam sebuah pertemuan daring pekan lalu, Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Sumadilaga mengatakan, Kementerian PUPR menargetkan jalan Tol Balsam Seksi 1 dan 5 sepanjang 33 km diharapkan dapat diresmikan pada Agustus 2021. "Dengan demikian, Tol Balikpapan-Samarinda akan dapat beroperasi secara penuh," ujar dia. (kip/riz/k16)