SAMARINDA - Hujan yang lebat dengan intensitas sedang mengguyur kota Samarinda sejak pukul 05.20 Wita hingga sekitar pukul 09.45 Wita, kembali terjadi banjir.

Dari pantauan ITS-ITC, Ada 22 titik banjir yang terpantau terjadi di ibukota provinsi Kaltim. Yaitu, Jalan Gerilya, Jalan Daman Huri, Jalan Mugirejo, Jalan AW Syahrani, Jalan Sukorejo lempake, Jalan DI. Panjaitan depan alaya, Jalan Panjaitan depan terminal, Jalan M. Yamin, Jalan Wahid Hasyim I & II dan Jalan S. Parman ( sisi kiri Mall Lembuswana).

Simpang Alaya yang merupakan ruas jalan poros Samarinda Bontang, tak bisa dilintasi leluasa oleh pengendara roda dua dan roda empat. Beberapa pengendara motor mengalami mesin mati atau mogok karena terendam banjir. Di kawasan pemukiman juga, seperti Jalan Gerilya dan Jalan Wahid Hasyim I maupun II, disarankan agar pengendara roda dua terutama motor matic tak melintas. Ini agar tak mogok di jalan.

Adapun, daerah lainnya terendam banjir yaitu Jalan Gunung Kapur II, Jalan Lempake Jaya, Jalan Juanda ( Flayover), Jalan Pasundan, Jalan Katamso, Jalan Juanda ( Flyover), Jalan Ir. Sutami Pergudangan, Jalan Simpang Belimau lempake Tepian dan jalan Suryanata ( SPBU, sekolah MAN I, Pondok Wira), jalan Damai serta Jalan Tinggiran.

"Banjir di Jalan Suryanata sangat dalam. Pengendara motor disarankan tidak melintas. Karena banyak yang mogok," kata salah satu warga Samarinda, Adi.

Sedangkan, ketinggian banjir yang terjadi di beberapa titik ruas jalan tersebut bervariasi sekitar 25 - 40 centimeter. Kondisi ini membuat kegiatan perekonomian di Kota Samarinda terganggu.

Para pengendara maupun pedagang toko kelontongan tak bisa berbuat banyak ketika banjir datang.

Sebelumnya, hujan yang mengguyur kota Samarinda, malam dini hari hingga pagi, membuat sejumlah ruas jalan protokol, terendam banjir, Kamis (12/8/2021) lalu. Hujan merata turun terjadi selama 6 jam, dari pukul 02.15 Wita sampai pukul 08.00 Wita.

Ada 21 titik banjir, dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter sampai 40 centimeter. Kondisi ini membuat pengendara roda dua dan roda empat lebih berhati-hati melintas.