Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari dua minggu. Namun, apa perempuan tersebut terlebih dahulu dibunuh lalu dimasukkan ke karung, masih menjadi tanda tanya.

 

HARI belum terang betul, tapi Yohanes Pasingki sudah berangkat ke kebun. Selasa (10/8) pagi, dia meninggalkan rumahnya di RT 10, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kukar. Seperti biasa, dia hendak mengambil air aren yang berlokasi di RT 17. Namun, aroma tak biasa menyambutnya saat tiba di pohon yang dituju sekitar pukul 07.15 Wita. Bau busuk menyengat menusuk hidung.

Tak jauh dari pohon, dia melihat karung. Dari karung itulah, sumber bau busuk keluar. Saat mendekat, dia melihat sesosok mayat. Posisinya telungkup. Mayat itu dibungkus dua buah karung. Karung pertama menutup bagian kepala. Satu karung lainnya, menutup bagian kaki sampai paha. Penemuan jasad itu kemudian dilaporkan ke Polsek Loa Janan. Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Herman Sopian dan Kapolsek Loa Janan Iptu Aksaruddin Adam langsung mendatangi lokasi dan memimpin penyelidikan.

Tak lama kemudian, Tim Alligator beserta Tim Inafis Polres Kukar sudah berada di lokasi. Lokasi penemuan jasad yang belakangan dipastikan berjenis kelamin perempuan, berjarak sekitar 13 kilometer dari jalan poros Samarinda-Balikpapan di Dusun Putak, Loa Duri Ilir. Persisnya, berada di kebun warga dan posisinya agak menurun dari bahu jalan. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah rusak. Tengkorak di bagian kepala sudah terlihat. Begitu juga dengan bagian tubuh yang membusuk.

Diduga sudah rusak akibat dimakan hewan liar sekitar. Iptu Aksaruddin Adam menyebutkan, identitas korban sama sekali tidak ada yang melekat pada bagian tubuh yang ditemukan. Sementara pada bagian wajah, juga terjadi pembusukan sehingga menyulitkan mengenali ciri-ciri fisik korban. Hanya saja, ditemukan petunjuk berupa gelang dan kalung yang masih dikenakan. Petunjuk lainnya, terdapat daster yang dipakai korban yang kondisinya juga mulai rusak.

"Sebagai petunjuk awal, kita identifikasi jika jasad tersebut adalah perempuan dan menggunakan kalung serta gelang," katanya. Umur jasad perempuan itu untuk sementara diperkirakan di bawah 30 tahun. Berdasarkan keterangan saksi yang pertama kali menemukan korban, Kapolsek menyampaikan jika bau menyengat di sekitar lokasi sudah terasa sejak Sabtu (7/8) lalu. Hanya saja, kata dia, saksi tak menyangka jika bau yang tercium tersebut berhubungan dengan penemuan jasad kemarin.

Diperkirakan, korban sudah meninggal lebih dari dua minggu. "Makanya untuk memastikan penyebab kematian, jasad korban juga dilakukan autopsi. Sehingga diharapkan bisa diketahui berbagai petunjuknya,” katanya. Hingga tadi malam, anggotanya masih melakukan pengembangan penyelidikan. Polisi belum bisa menyimpulkan apakah keberadaan korban berkaitan dengan tindak pidana. Termasuk apakah korban terlebih dahulu dibunuh lalu dimasukkan ke karung atau kemungkinan lainnya.

Dia menuturkan, hasil autopsi sangat penting bagi kepolisian untuk mengetahui kondisi korban sebelumnya. "Kasusnya masih terus dilakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi. Kami mengimbau jika ada yang mengenali kalung dan gelang korban, bisa menghubungi kepolisian," ucapnya. Hingga tadi malam, Polsek Loa Janan sudah menerima laporan beberapa warga yang mengaku kehilangan anggota keluarganya. Hanya saja, untuk memastikan dan mencocokkan jasad korban, pihaknya menunggu hasil autopsi tersebut. (qi/riz/k15)