Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajarannya menyambangi beberapa proyek strategis, baik yang sedang dikerjakan hingga yang direncanakan, Selasa (10/8). Antara lain proyek penurapan Sungai Karang Mumus (SKM), rencana pembangunan pintu air di jembatan I, dan rencana pembangunan terowongan di Kelurahan Sungai Dama, serta akses jalan menuju terminal penumpang di kawasan termina peti kemas (TPK) Palaran.

 

SAMARINDA–Andi Harun menerangkan, kunjungan dimulai di kawasan Pasar Segiri, terdapat lokasi pembangunan turap di segmen tersebut. Merupakan kegiatan penanganan banjir yang merupakan kelanjutan setelah pembongkaran permukiman kumuh tahun lalu.

“Proyek tersebut dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. Termasuk membicarakan rencana penurapan lanjutan,” ucapnya.

Selanjutnya, rombongan menuju Jalan P Suriansyah, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, di mana lokasi tersebut direncanakan untuk pembangunan pintu air. AH, sapaan akrab Andi Harun, memastikan bahwa program tersebut tidak masuk usulan multiyear contract (MYC), karena pertimbangan kemampuan keuangan daerah yang terbatas, sehingga diharapkan anggaran dari pusat bisa masuk.

“Kami berkomunikasi dengan BWS agar pemerintah pusat bisa membantu. Nantinya kami melaksanakan kegiatan penanganan di sisi lain, misalnya pembangunan beberapa pintu air dan kolam retensi,” ucapnya.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, dan Jalan Sultan Alimudin, yang merupakan titik rencana pembangunan terowongan untuk memecah kemacetan di Jalan Otto Iskandardinata (Otista). Pihaknya memastikan akan mengusulkan proyek tersebut dalam MYC, perencanaannya akan dimulai di APBD Perubahan 2021, dan fisiknya bisa dimulai tahun depan. “Saat ini tim teknis Dinas PUPR masih terus mengkaji, termasuk rencana pembebasan lahan, kegiatan fisik dan lainnya. Juga jumlah rumah yang bakal diganti rugi, itu belum bisa dipastikan,” ujarnya. “Rencana sementara juga jalur satu arah, dan andalalin masih dikaji. Nanti akan disosialisasikan ke masyarakat,” sambungnya.

Lokasi kunjungan kerja terakhir yakni kawasan TPK Palaran, di mana lokasi itu pemkot berencana melakukan pembebasan lahan 400x20 meter persegi lahan masyarakat untuk akses menuju rencana pembangunan pelabuhan penumpang. Letaknya di sisi kiri TPK Palaran, di mana kegiatan tersebut bakal menjadi kolaborasi dengan KSOP selaku pembangun dermaga, dan Pelindo IV yang rencananya membangun terminal penumpang.

“Kami harap semua bisa berjalan sesuai rencana, karena akses jalan itu juga kami minta DPUPR melakukan perencanaan pembebasan lahan,” tutupnya. (dns/dra/k8)