SAMARINDA–Sesuai arahan pemerintah pusat, Samarinda memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dari Selasa (10/8) sampai Senin (23/8) mendatang.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 31/2021 yang ditegaskan melalui Instruksi Wali Kota Nomor 6/2021 yang terbit, Selasa (10/8).

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, terkait instruksi terbaru, tidak ada hal yang berbeda dari sebelumnya. Misalnya pembatasan bagi remaja di bawah 18 tahun ke bawah mengurangi aktivitas, mengingat Covid-19 varian delta banyak menyerang usia produktif, yakni 50 tahun ke bawah. “Kebijakan itu sudah lama diterapkan di Samarinda,” ucapnya. Namun, dalam instruksi terbaru tersebut, ada beberapa kelonggaran, misalnya instruksi sebelumnya aktivitas ibadah bagi daerah berstatus PPKM Level 4 dilaksanakan di rumah. Kini sudah dibolehkan dengan pembatasan 25 persen dari kapasitas tempat ibadah. “Sedangkan untuk aktivitas lain seperti aturan makan di tempat hingga pembatasan waktu buka dan kapasitas tidak berbeda,” sambungnya.

Untuk bisa menurunkan status PPKM ke level lebih rendah, pria yang akrab disapa AH itu menyebut perlu dukungan, kerja sama, dan solidaritas masyarakat. Karena pemerintah pusat terus-menerus memantau aktivitas dan mobilitas masyarakat dalam mengeluarkan berbagai kebijakan. “Kebijakan soal level PPKM itu dibuat pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya mengikuti, dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Sedangkan terkait capaian vaksinasi juga saat ini penerima vaksin tahap pertama baru mencapai 18 persen, dan vaksinasi kedua mencapai 10 persen, dari total penduduk yang dibolehkan menerima. Meski masih jauh, pemberian vaksin sangat tergantung dari distribusi pemerintah pusat, dan memastikan pihaknya tidak pernah menimbun stok vaksin. “Jatah pemkot selalu didistribusikan ke masyarakat, baik melalui kegiatan massal atau puskesmas yang ada. Kami tidak pernah menahan stok vaksin,” tegasnya.

 

POLA MASIH SAMA

Angka penyebaran yang menurun secara lamban, membuat PPKM Level 4 memang kembali diperpanjang. Pengetatan kegiatan sosial kembali diberlakukan. Masyarakat harus lebih menahan diri dalam berinteraksi di luar rumah.

Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan, pola pengetatan dalam PPKM Level 4 masih serupa dengan yang diberlakukan sebelumnya. "Sama saja seperti sebelumnya, karena kan cuma diperpanjang aja. Kecuali jika ada penurunan atau kebijakan lainnya," ucap dia. Operasi yustisi masih akan terus digencarkan selama perpanjangan PPKM Level 4. Nantinya TNI-Polri diminta ikut mendampingi Pemkot Samarinda dalam memberikan edukasi masyarakat, dan meminta membatasi jam operasional tempat hiburan dan kedai di Kota Tepian.

"Setiap malam pasti ada operasi untuk mengedukasi masyarakat, tentunya secara humanis," imbuhnya.

Selain itu, polisi berpangkat melati dua itu menjelaskan, kepolisian diminta untuk turut mempercepat program vaksinasi. Sehingga, dapat mempercepat tercapainya herd immunity masyarakat.

Namun, untuk pelaksanaannya masih menunggu distribusi vaksin dari pusat. Dijadwalkan dalam dua pekan ke depan vaksin akan kembali datang.

"Tapi berapa jumlahnya masih menunggu pusat. Kami dari TNI-Polri juga diminta untuk turut serta mensukseskan vaksinasi," kuncinya. (*/dad/dns/dra/k8)