Oleh: Dokter Debora S Takaliuang

  

Distribusi vaksin Covid-19 yang saat ini tengah berlangsung di Indonesia bagaikan secercah cahaya mentari pagi di tengah kelesuan masyarakat saat ini. Namun, ada sejumlah kecil masyarakat yang mengeluhkan efek samping setelah vaksinasi, seperti timbul demam ringan, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot. Efek samping tersebut adalah hal yang wajar terjadi sebagai respons tubuh dalam membuat antibodi terhadap vaksin yang masuk ke tubuh. Belakangan ini, ada segelintir orang yang mengeluhkan kulit lengan memerah usai vaksinasi. 

Berdasarkan laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sejumlah kecil orang melaporkan kulit menjadi merah, gatal, bengkak, bahkan terasa nyeri setelah menerima vaksinasi. Reaksi tersebut lazimnya muncul 5–9 hari setelah menerima dosis vaksin yang pertama. Bercak kemerahan ini dikenal dengan sebutan covid arm. Artikel edisi ini akan membahas seputar pertanyaan-pertanyaan tentang: Mengapa seseorang mengalami arm? Bagaimana cara mengatasi covid arm? 

Mengacu pada penelitian dalam Jurnal Dermatology JAMA, reaksi kulit lebih sering terjadi pada perempuan (85%) dibanding pria (15%), dan lebih sering dijumpai pada ras Kaukasia, diikuti ras Asia, dan lebih jarang dijumpai pada ras Amerika Africa. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa dari 609 orang yang melaporkan adanya reaksi kulit setelah divaksin, sebanyak 508 orang (83%) mengalami covid arm setelah menerima dosis vaksin pertama. 

Lalu pertanyaan penting lainnya adalah berapa lama covid arm ini menyerang kulit? Gejala lazimnya akan hilang dengan sendirinya dalam 3–5 hari. Tetapi, bila gejala menjadi berat dan Anda merasa khawatir, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter terdekat agar memperoleh penanganan yang tepat. Covid arm tidak membahayakan nyawa dan bukan termasuk reaksi alergi berat yang berhubungan dengan reaksi anafilaksis. 

Anda mungkin khawatir akan mengalami reaksi covid arm setelah menjalani vaksinasi dosis pertama. Perlu diingat bahwa covid arm relatif jarang dan tidak pernah berbahaya. Bagaimanapun juga, efek samping vaksin Covid-19 sangat kecil dibandingkan manfaatnya. Jadi, tidak perlu takut untuk melakukan vaksinasi Covid-19. 

Meskipun covid arm tidak berbahaya, dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi yang mengalaminya. Berikut beberapa tips yang dapat menolong Anda di rumah, sehingga dapat mengurangi nyeri, bengkak, dan gatal: mengompres lengan dengan air dingin untuk membantu meredakan peradangan, mengoleskan salep anti nyeri, dan mengonsumsi obat antinyeri bila bercak merah muncul disertai rasa sakit.

 Bagi Anda yang pernah mengalami covid arm setelah suntikan vaksin dosis pertama, jangan pernah ragu untuk melanjutkan dosis vaksinasi yang kedua. Sampaikan ke petugas vaksinasi perihal riwayat covid arm Anda, sehingga akan dilakukan suntikan pada lengan yang berbeda guna mencegah terjadinya efek samping serupa. 

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa sangat penting mendapatkan dosis vaksinasi yang kedua? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antibodi tubuh seseorang relatif rendah apabila hanya menerima dosis vaksin yang pertama. Antibodi tubuh akan bertambah kuat ketika tubuh mendapatkan dosis yang kedua. Dengan kata lain, dosis pertama bertugas membangun antibodi, dan dosis kedua bekerja untuk memperkuat antibodi yang sudah terbentuk dari dosis pertama. 

Nah, jika Anda sudah mendapat jadwal suntik vaksinasi, baik dosis pertama maupun dosis kedua, jangan menunda bahkan sampai membatalkannya. Segera lakukan vaksinasi! Mari bersama bergandengan tangan mengakhiri pandemi Covid-19 ini. Anda sehat, saya senang, negara kuat. (luc/k16)