SEGALA bentuk pelanggaran lalu lintas di persimpangan jalan di Samarinda kini termonitor dalam layar kaca ruang area traffic control system(ATCS) Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda. Imbauan pun sering terdengar dari pengeras suara di persimpangan ketika ada pelanggaran terjadi.

Sejatinya sistem pemantauan lalu lintas secara langsung telah dimiliki Dishub sejak 2008. Namun, sempat mengalami kerusakan. Kini, ATCS telah berfungsi dan sudah digunakan sejak pekan lalu. Setidaknya ada 17 titik yang berfungsi.

"Diaktifkan penuh sama suara di persimpangan itu sudah seminggu berjalan. Alatnya baru diperbaiki dan baru bisa difungsikan di anggaran tahun ini," jelas Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Samarinda Vincentius Hari Prabowo.

Hari menjelaskan, saat ini ATCS baru difungsikan hanya untuk imbauan. Sedangkan untuk membantu Satlantas Polresta Samarinda dalam penegakan masih belum bisa. "Sementara belum sampai ke arah situ (penegakan), masih secara persuasif dan preventif, saat ini kan kondisinya juga belum memungkinkan, jadi cuma mengimbau," terangnya.

Terkait untuk bukti penilangan, nantinya perlu ada pembahasan lebih lanjut terlebih dulu di forum lalu lintas. Jika nantinya dianggap perlu digunakan, bisa saja bukti rekaman CCTV akan digunakan sebagai alat bukti penilangan.

"Kalau masuk ke ranah tilang memang belum. Kami juga belum ada kesepahaman dengan pihak satlantas. Jika dirasa itu efektif dan mendapatkan izin dari wali kota, tentu saja akan kami lakukan langkah lainnya," kunci dia.(*/dad/dra/k8)