SINGAPURA– Bendera Singapura berkibar di atas langit Marina Bay (9/8). Ia dikibarkan helikopter Chinook dan dikawal helikopter Apache. Bersamaan dengan itu, lagu kebangsaan Singapura berkumandang. Itulah salah satu rangkaian acara dalam parade 56 tahun berdirinya negara Singapura.

Ini adalah tahun kedua perayaan tersebut dihelat di tengah pandemi. Seremoni itu dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Peserta parade berjumlah 600 orang yang merupakan anggota Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) dan beberapa pihak lainnya. Jumlah itu hanya sepertiga dari peserta parade pada tahun-tahun sebelumnya. Undangan yang hadir juga hanya sekitar 100 orang. Terdiri atas para menteri kabinet, anggota parlemen, dan para pekerja yang bertugas di garda depan selama pandemi. Jumlah tersebut jauh dari kapasitas Marina Bay yang bisa menampung sekitar 27 ribu orang.

Parade itu diadakan ketika 70 persen penduduk Singapura sudah divaksin lengkap. Sehari sebelumnya, beberapa pembatasan terkait dengan pencegahan penularan Covid-19 juga dicabut. Singapura saat ini bisa mengendalikan pandemi jika dibandingkan dengan negara lainnya. Namun, mereka juga belum bebas sepenuhnya. Karena itulah, pengurangan kapasitas peserta parade maupun tamu menjadi salah satu langkah agar perayaan tetap bisa diselenggarakan dengan aman. Semua orang yang hadir juga wajib memakai masker.

Meski begitu, kreativitas tak lantas dipangkas. Ada parade virtual yang disiarkan via video dengan total 200 partisipan. Mereka berasal dari 9 SMA, 12 organisasi sosial dan ekonomi, serta berbagai kelompok lainnya. Di antaranya, Singapore Airlines dan Families for Life.

Unjuk kebolehan formasi jet pasukan SAF juga menjadi salah satu rangkaian. ’’Formasi terbang yang dekat itu mewakili bagaimana warga Singapura dengan kekuatan kolektif, tekad, dan persatuan akan selalu maju sebagai satu kesatuan di tengah keadaan yang menantang ini,’’ bunyi pernyataan penyelenggara acara seperti dikutip Straits Times. (sha/c14/bay)