SAMARINDA – Penghentian siaran analog (analog switch off-ASO) dan peralihan ke siaran digital diputuskan ditunda hingga tahapan berikutnya. Awalnya, tahap pertama direncanakan dilakukan pada 17 Agustus 2021. Keputusan yang diambil pusat itu, menurut Ketua KPID Kaltim Akbar Ciptanto, telah mempertimbangkan banyak hal.

ASO memang menjadi perhatian, namun hal-hal genting lainnya seperti pandemi Covid-19 yang masih melanda Tanah Air, kata dia, tentu juga menjadi prioritas ditangani.

“Pemerintah tentu telah mempertimbangkan secara matang terkait penundaan ASO tahap 1. Apalagi berdasarkan hasil evaluasi dan masukan dari berbagai pihak, masih banyak yang harus disiapkan pemerintah, termasuk ketersediaan set top box bagi masyarakat kurang mampu dan proses distribusinya. Pandemi Covid-19 harus menjadi hal yang sangat prioritas saat ini dan harus didukung semua pihak,” ujar Akbar.

Selaras dengan Akbar, Komisioner bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P), Ali Yamin Ishak, menambahkan bahwa KPID Kaltim mendukung keputusan pemerintah. Meski ditunda, sosialisasi ASO di Kaltim serta pendampingan LP Televisi di Kaltim yang bersiaran digital akan terus digalakkan. Baik oleh KPID bersama dengan Diskominfo, dan seluruh pihak terkait untuk menyukseskan migrasi siaran tersebut.

“Kami (KPID Kaltim) mendukung hal tersebut karena memang kondisi pandemi saat ini yang belum membaik, sehingga kita harus bersama sama fokus dalam penyelesaian pandemi,” ujar Ali

Namun demikian, tambahnya, proses pelaksanaan ASO juga tidak bisa dikesampingkan begitu saja. KPID Kaltim akan tetap berkomitmen untuk ASO di Kaltim, sehingga prosesnya terus berjalan hingga november 2022 sesuai amanah UU Ciptaker.

“KPID Kaltim sendiri terus berupaya menjalankan sosialisasi ASO ini melalui kerja sama dengan lembaga penyiaran (LP) yang ada di Kaltim, baik melalui talkshow dan juga dengan Diskominfo Kaltim, agar masyarakat mendapatkan informasi ASO dengan baik dan utuh,” tegas Ali.

Adapun wilayah di Kaltim yang semula dijadwalkan untuk bermigrasi digital pada 17 Agustus 2021 ini yakni Samarinda, Bontang, dan Kutai Kartanegara. Dengan diundurnya pelaksanaan ASO tahap 1 ini memberikan waktu lebih untuk daerah di Zona 1 agar lebih bersiap untuk menghadapi peralihan siaran analog ke digital. (***/dwi)