Wabah corona sedikit banyak berpengaruh terhadap aktivitas seksual. Pasangan suami istri kadang harus menahan diri ketika salah satu di antara mereka terpapar Covid-19 atau memiliki gejala. Mereka mesti lebih berhati-hati ketika memutuskan hendak bercinta.

Oleh : Siti Sulbiyah

Kekhawatiran muncul dibenak Saras (28) setiap kali hendak melakukan hubungan seksual dengan suami. Bukan apa-apa, sang suami yang bekerja di kantor bukannya tidak berpotensi terpapar virus Corona. Aktivitas seks pun dikhawatirkannya menjadi sarana penularan. “Pasti ada kekhawatiran di antara saya dan suami. Takut tertular dan takut menularkan,” imbuh Saras.

Karena itu, ibu beranak satu ini cukup berhati-hati. Bersama suami dia sepakat apabila mau bercinta, kondisi keduanya harus dalam keadaaan sehat, tanpa gejala Covid-19 sedikitpun. Kalau ada yang sakit, meski itu tidak parah, keinginan tersebut mesti ditunda.

“Pertama selalu memastikan satu sama lain dalam kondisi sehat. Saat saya yang merasa sakit atau suami merasa kurang sehat, kami puasa dulu untuk berhubungan, atau bahkan melakukan kontak. Saling jaga diri masing-masing,” ucapnya.

Saat merasa sehat pun keduanya agak berhati-hati ketika hendak melakukan hubungan badan. Kebersihan diri, terutama mencuci tangan dan muka harus dilakukan sebelum melakukan hal tersebut. Keduanya merasa harus tetap waspada terlebih saat ini ada buah hati yang masih kecil.

Spesialis Andrologi, Dr. Ali Fuchih Siauw, M.Repro., Sp. And., menilai perlu adanya komitmen antara suami istri menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah dalam rangka menjaga diri dari ancaman Coivd-19. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada pasangan, termasuk dalam hal aktivitas seks. 

“Dalam hal berhubungan suami istri, tidak ada larangan, boleh-boleh saja. Tetapi kita harus memastikan dulu bahwa kita itu tidak sedang terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Seseorang tidak bisa mengetahui dengan pasti apakah si pasangan terbebas dari virus Corona. Untuk mengetahui terpapar atau tidak tentu hanya bisa dilakukan apabila keduanya telah melakukan tes PCR atau antigen. 

Namun, tentu saja tidak mungkin setiap kali hendak bercinta, setiap pasangan harus melakukan tes tersebut terlebih dahulu. Maka mengetahui kondisi tubuh menjadi deteksi awal untuk mengetahui adakah gejala-gejala yang menunjukkan tanda-tanda terpapar virus.

“Kita harus lebih aware, apakah kita atau pasangan memiliki gejala Covid-19, seperti flu, demam, batuk, atau gejala lainnya. Apabila ada, maka sebaiknya aktivitas seks  ditunda terlebih dahulu, agar tidak muncul kekhawatiran,” ujarnya.

Seseorang yang terinfeksi Covid-19 tidak semuanya langsung mengalami gejala. Sebagian orang bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Hal inilah yang kemudian sulit dideteksi secara dini apakah pasangan dalam kondisi terpapar atau tidak. Karena itulah, menurut Ali, saat melakukan hubungan seksual, ada baiknya pasangan meminimalisir aktivitas yang berpotensi menularkan virus.

“Kalau bisa hubungan suami istri itu selama Pandemi sedikit dibatasi seperti oral seks,” ungkapnya,

Selain itu, lanjutnya, apabila tidak yakin kondisi tubuh tidak membawa virus, ada baiknya aktivitas seks seperti berciuman dikurangi. Baik oral seks atau berciuman, berpotensi menjadi cara menularkan virus corona kepada pasangan.

Selain itu, bercinta dengan menggunakan masker juga bisa menjadi pilihan. Memilih untuk menggunakan masker serta menghindari ciuman saat bercinta dengan pasangan bisa melindungi diri dari penularan virus Corona. Meski berhubungan seksual dengan mengenakan masker terdengar tidak menyenangkan, hal tersebut dapat menurunkan risiko penularan.**

Semakin Menurunkan Imunitas

Di tengah pandemi Covid-19 imunitas dan daya tahan tubuh prima menjadi hal yang sangat penting. Selain mengonsumsi makan-makanan yang sehat, berolahraga, dan beristirahat cukup, seks ternyata bisa ikut menggenjot imunitas. 

Spesialis Andrologi, Dr. Ali Fuchih Siauw, M.Repro., Sp. And, mengatakan, berhubungan intim sangat diperlukan, karena memicu tubuh memproduksi sejumlah hormon yang dipercaya dapat membuat sistem imunitas tubuh melonjak naik. Tetapi itu terjadi apabila dalam kondisi sedang tidak terpapar Covid-19.

“Kalau kondisi dalam keadaan normal (tidak terpapar Corona, red), aktivitas seks justru akan menambah imunitas,” ungkapnya.

Namun sebaliknya, apabila seseorang terpapar Covid-19, aktivitas seks justru bisa menurunkan imunitas. “Aktivitas seks itu mengeluarkan suatu energi.  Terlebih jika ada gejala kurang enak badan, energi akan terpakai, dan ini yang membuat berkurangnya imunitas,” katanya. 

Karena itulah, selain dapat menularkan virus kepada pasangan, aktivitas seks yang dilakukan oleh penderita Covid-19 juga berpotensi merugikan diri sendiri. 

Pada akhirnya, baik suami maupun istri hendaknya menahan diri untuk tidak melakukan kontak fisik apabila salah satunya terpapar Covid-19. Selain itu, ada baiknya bagi suami maupun istri fokus pada penyembuhan dan memahami bahwa hal ini demi dilakukan kebaikan serta keselamatan bersama. (sti)