PASUKAN Afghanistan dan milisi Taliban terlibat pertempuran sengit di pusat Kota Kunduz, ibu kota Provinsi Kondoz, pada Minggu (8/8).

“Pertempuran sengit di jalanan sedang berlangsung di berbagai bagian kota. Beberapa pasukan keamanan telah mundur menuju bandara,” kata seorang anggota dewan Kota Kunduz, Amruddin Wali, kepada AFP.

Sejak kebangkitan Taliban sekitar Mei lalu, kelompok itu telah berhasil merebut dan menduduki dua ibu kota provinsi di Afghanistan. Pada Jumat (6/8), Taliban berhasil merebut Kota Zaranj, ibu kota Provinsi Nimroz yang berbatasan dengan Iran, dan Sheberghan, ibu kota Provinsi Jawzan.

Menurut laporan milisi Taliban berhasil merebut kantor gubernur, kantor polisi dan wilayah perkemahan di Zaranj. Namun, kehilangan Kota Kunduz, yang terletak di utara Afghanistan, menjadi kehilangan paling signifikan pasukan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.

“Taliban telah mencapai alun-alun utama kota. Pesawat mengebom mereka. Ada kekacauan total,” ucap seorang warga Kunduz, Abdul Aziz, yang dihubungi melalui telepon.

Selain di Kondoz, pertempuran sengit antara Taliban dan pasukan Afghanistan juga terus terjadi di Kandahar, Provinsi Helmand dan Provinsi Herat. Pasukan Afghanistan selama ini cukup mengabaikan daerah perbatasan dan pedesaan sehingga dikuasai para milisi.

Namun sejak kebangkitan Taliban, pasukan pemerintah berjuang mati-matian untuk mempertahankan kota di seluruh negeri dari kelompok tersebut. Taliban berupaya kembali berkuasa setelah pasukan koalisi Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ditarik dari Afghanistan.

Saat ini, AS masih beberapa kali membantu pasukan Afghanistan melawan Taliban dengan serangan udara. Namun, hal itu semakin memperumit situasi karena Pemerintah Afghanistan dan Taliban juga tengah melakukan perundingan damai. (jpc/rdh/k15)