Pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) gejala ringan hingga sedang memang disarankan untuk isolasi mandiri (isoman) di rumah. Namun, hal itu justru dianggap menjadi tingkat penyebaran di level keluarga. Isoman terpusat kini tengah diseriusi pemerintah.

 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim memang sudah menyediakan fasilitas isolasi mandiri di asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim. Meski dalam beberapa hari terakhir jumlah pasien sembuh lebih tinggi dibanding yang terpapar, pemerintah tetap mengantisipasi.

Gubernur Kaltim Isran Noor menginstruksikan untuk penggunaan fasilitas di Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda, yakni penggunaan dua wisma atlet sebagai tempat isolasi mandiri terpusat. Dua wisma yang siap digunakan diketahui masing-masing memiliki empat lantai, tanpa fasilitas lift. Dari laman resmi Pemprov Kaltim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Kaltim Jauhar Efendi sudah memastikan langsung fasilitas dan kesiapan tempat tersebut. Dia menyebut, ada beberapa yang harus diperbaiki.

“Termasuk menyiapkan fasilitas seperti seprai, bantal, pendingin ruangan, beberapa penerangan, dan lainnya,” ucapnya.  Pihaknya ingin ketika akan digunakan, semuanya dalam kondisi baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Agus Tianur menerangkan belum secara resmi mengetahui mulai kapan pemberlakuan pasien isolasi mandiri terpusat menempati wisma atlet. “Pastinya harus ada petugas khusus. Selain itu, sistem operasional prosedur (SOP)-nya harus diatur secara keseluruhan. Mungkin kalau surat secara resmi penggunaan wisma atlet belum ada, tapi kalau secara lisan sudah. Bahkan sudah ada dari Pemprov Kaltim yang mengecek,” ujarnya (8/8). “Kalaupun pakai surat, mungkin besok (hari ini). Tapi, apa pun instruksi gubernur, sudah pasti dijalankan,” sambungnya. 

Agus harus meluruskan informasi. Sementara yang diinstruksikan untuk digunakan merawat pasien isolasi mandiri terpusat adalah wisma atlet. “Bukan yang di depan, itu Hotel Atlet. Tapi yang di belakang,” tegasnya. Daya tampung wisma atlet, lanjut dia, sekitar 200 orang jika diisi minimal satu kamar dua orang. “Kalau dinilai memang layak (wisma atlet) untuk dijadikan merawat pasien. Tapi kalau untuk diubah jadi rumah sakit, sepertinya belum. Wisma atlet hampir sama seperti asrama BPSDM di Samarinda Seberang,” lanjutnya. 

Untuk penggunaan Hotel Atlet, peninjauan khusus belum dilakukan. Disinggung Kompleks Stadion Madya Sempaja yang representatif untuk digunakan merawat pasien Covid-19, Agus menyetujui. Namun, ada beberapa yang memang harus diperbaiki.

“Mungkin enggak usah pakai tenda darurat kalau mau di kompleks stadion. Manfaatkan aja Convention Hall itu, kapasitasnya bahkan lebih banyak. Saya juga sudah cek, di sana lebih mantap. Kapasitasnya bisa 500 orang lebih, dengan syarat segala fasilitas penunjangnya bisa disiapkan,” kuncinya. (dra/k16)