SAMARINDA– Beberapa usulan prioritas disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda dalam rapat bersama wali kota Samarinda, membahas rencana kerja dan anggaran (RKA) menyongsong pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P), beberapa waktu lalu.

Dari sejumlah kegiatan, tiga usulan dianggap prioritas, yakni peningkatan tempat penampungan sementara (TPS), pelatihan tenaga ahli di kecamatan-kelurahan, dan biaya operasional Taman Odah Bekesah di Kelurahan Dadi Mulya.

Kepala DLH Samarinda Nurrahmani mengatakan, program itu merupakan kelanjutan dari program yang dilaksanakan di anggaran murni. Misalnya, untuk peningkatan TPS, di program kerja 100 hari wali kota tentang penataan kota, dari 200 TPS sebanyak 108 TPS dihapuskan. “Setelah dihapus, tentu ada peralihan tempat, dan yang ditingkatkan baik bangunannya maupun landasannya agar mampu menampung volume yang lebih besar,” ucapnya.

Dia memastikan, 14 lokasi baru yang diusulkan itu status lahannya tidak bermasalah, ada yang milik pemkot, ada pula milik masyarakat yang diperbolehkan. Bahwa pihaknya berniat mengalokasikan anggaran murni lewat pergeseran anggaran untuk lebih cepat meningkatkan pembangunan 14 lokasi tersebut. Namun, karena aturan dalam pengadaan barang dan jasa tidak membolehkan anggaran belanja modal dialihkan untuk rehabilitasi TPS, program itu diusulkan di APBD-P.

“Kami juga masih menunggu usulan lokasi lainnya, terutama yang status lahan milik provinsi. Sudah pernah kami ajukan lewat wali kota untuk disampaikan ke Pemprov Kaltim, tapi belum ada tanggapan,” ucapnya.

Selanjutnya, untuk program prioritas lainnya, DLH berencana meningkatkan kapasitas pejabat di lingkungan pemerintah kelurahan, yakni kasi Ekonomi dan Pembangunan, serta pemerintah kecamatan yakni kasi Kebersihan dan Lingkungan Hidup (LH). Bahwa selama ini ketika ada sosialisasi tentang LH, harus menunggu tim DLH. Kondisi itu kurang efektif karena keterbatasan personel dan luas jangkauan yang harus ditangani.

“Jika diizinkan, kami akan melatih mereka (kasi kelurahan-kecamatan) terkait pembinaan sekolah, meliputi UKS dan adiwiyata, pengelolaan sampah, membuat bank sampah hingga penguasaan perda tentang sampah,” ucapnya.

Selanjutnya mengalokasikan biaya operasional pengelolaan Taman Odah Bekesah di Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, yang diresmikan Selasa (19/1) lalu. Taman tersebut dibangun dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). “Kan ada biaya listrik dan air serta perlengkapan lainnya, sehingga untuk kelanjutan perlu dialokasikan biaya tersendiri,” tutupnya. (dns/dra/k16)