SAMARINDA - Kaltim masuk dalam lima provinsi di luar pulau Jawa dan Bali mengalami lonjakan sangat tinggi kasus terkonfirmasi COVID-19. Presiden RI Joko Widodo pun meminta agar membuat bangunan isolasi terpusat untuk merespon kondisi tersebut. 

Kasus aktif COVID-19 di Kaltim  per tanggal 9 Agustus 2021 sebesar 21.415 kasus. Sedangkan jumlah terkonfirmasi bertambah 1.576 kasus dan jumlah pasien meninggal dunia, yang bertambah sebanyak 90 kasus. 

Sekda Pemprov Kaltim HM Sabani mengungkapkan tingginya lonjakan kasus COVID-19 di Kaltim karena testing dan tracing yang semakin gencar.

"Kalau kita tracing kurang, testingnya kurang tentu angkanya (kasus terkonfirmasi Covid-19) rendah. Karena ini ada gejala yang cukup, virus yang agak sedikit ganas maka tracing diintensifkan, testing juga diperbanyak," kata Sabani. 

Menurut Sabani, testing-tracing kasus COVID-19 di Kaltim tidak mencakup seluruhnya. Tetapi, penemuan kasus yang positif COVID-19 setidaknya lebih jelas dilakukan penanganan. 

"Walaupun mungkin masih banyak yang belum tercover. Tapi tentu dengan sudah ketahuan yang terkonfirmasi maka penanganannya juga lebih jelas. Bisa saja ada yang tidak melapor kn Sebab itulah, ada peningkatan pada waktu minggu-minggu yang lalu," katanya. 

Terkait dengan ketersediaan oksigen bagi penderita Covid-19, Sabani sebagai Satuan Tugas Pemenuhan Kebutuhan Oksigen di Kaltim menegaskan distribusi oksigen masih lancar dan belum terjadi kelangkaan. 

"Sampai sekarang distribusi lancar aja. Belum ada pagi komplain-komplain atau keluhan kami monitor setiap hari terhadap pasokan oksigen," kata Sabani. 

Sabani menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemasok oksigen. Dan melakukan rapat dengan pemerintah pusat. 

"Kami berkoorinasi dengan para pemasok. Ada rapat yang intensif baik dari pusat maupun yang kami lakukan. Parsial maupun keseluruhan satgas," katanya. 

Adapun, kebutuhan oksigen konsentrat juga telah didistribusikan oleh Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan ke rumah sakit-rumah sakit. 

"Yang ada kemarin sudah kita distribusikan. Yang ada di kita sudah didistribusikan ke rumah sakit yang ditunjuk," katanya.