TENGGARONG - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sedikit banyak berimbas ke berbagai sektor. Tak terkecuali sektor jasa make-up artist (MUA) yang mengalami penurunan pendapatan semenjak PPKM diberlakukan.

Dini Bridal dan Dekorasi menjadi salah satu yang merasakan imbas dari PPKM. Jika sebelum PPKM, mereka bisa mendapatkan 25-30 job merias pengantin dalam sebulan, saat ini dia hanya bisa melayani sekitar 10–15 calon pengantin.

“Terasa sekali efeknya. Job menurun drastis karena rata-rata calon pengantin takut dengan ancaman pidana jika menggelar resepsi,” terang Dini.

Dini rupanya memiliki pengalaman kurang mengenakkan terkait PPKM. Itu dia alami pada Juli lalu. Dirinya harus mengembalikan uang klien sebesar Rp 100 juta karena acara yang tadinya sudah disepakati batal digelar akibat PPKM.

“Tapi mau bagaimana lagi, karena aturannya memang tidak boleh ada resepsi. Jadi, saya harus kembalikan uang klien,” kata dia.

Dini berharap PPKM tidak diperpanjang agar pekerjaannya bisa kembali normal. Kendati harus diperpanjang, Dini meminta agar aturannya jangan diperketat. Agar roda ekonomi masyarakat tetap berputar.

“Semoga PPKM nggak dilanjutkan, karena jujur ini sangat berat bagi kami. Ibaratnya lama-lama kita mati bukan karena Covid-19, tapi matinya karena merana dan enggak bisa makan,” ucap dia.

“Kalaupun PPKM dilanjutkan, pemerintah harus bijaksana. Karena pergerakan kami dibatasi, seharusnya pembayaran pajak dan lainnya bisa dipertimbangkan untuk distop. Minimal pajak kendaraan dihapus selama PPKM diberlakukan. Kami bukan PNS yang duduk manis tapi digaji tiap bulan,” sambungnya. (don/kri/k16)