TANJUNG REDEB – Pada Sabtu (7/8), warga Pulau Derawan, Berau, sempat dibuat resah terkait munculnya awan dengan bentuk cukup aneh. Salah seorang warga Pulau Derawan, Apau, mengaku kalau dirinya baru pertama kali melihat awan seperti itu di sana. Karena itu dia khawatir itu merupakan pertanda angin kencang, hujan lebat, atau hal lainnya yang akan terjadi. 

Dirinya pun semakin khawatir, karena sekira 2,5 jam usai kemunculan awan tersebut apa yang dipikirkannya yakni angin kencang serta hujan dengan intensitas tinggi benar terjadi sekitar satu jam. “Syukur tidak ada korban jiwa atau kerusakan apapun karena angin dan hujan deras itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Kimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Tekad Sumardi mengatakan, awan itu disebut awan stratokumulus, berasal dari bahasa latin yaitu stratus yang berarti lapisan dan cumulus artinya gumpalan.

Kemunculannya bisa disebabkan adanya penguapan dan belokan angin, atau perlambatan di daerah tersebut. Lanjut dia, munculnya awan ini tidak memiliki pertanda apapun. Hal itu cukup wajar terjadi, apalagi Pulau Derawan merupakan daerah yang dikelilingi oleh lautan. “Wajar saja itu. Tidak ada masalah,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, awan tersebut dalam beberapa pekan terakhir juga muncul di berbagai wilayah di Indonesia, tidak hanya di Berau. Jelasnya, awan stratokumulus merupakan jenis awan dalam kategori rendah. Awan yang mempunyai bentuk seperti gulungan dengan warna yang bervariasi, dari abu- abu hingga putih cerah ini terdapat bagian-bagian yang memiliki celah terang dari sinar matahari.

Awan kumulus merupakan awan yang bergumpal dengan bentuk dasarnya adalah horizontal. Sementara awan stratus merupakan awan yang tipis dan tersebar luas dan menutupi langit secara merata. (hmd/sam/far/k16)