TANJUNG REDEB - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di luar Jawa dan Bali akan berakhir hari ini (9/8). Banyak masyarakat yang berharap PPKM ini tidak dilanjutkan. Pasalnya, perekonomian mereka terganggu.

Usman, salah seorang pedagang kuliner di Tepian Ahmad Yani mengatakan, berangkat pukul 15.00 Wita, selesai bersimpun dan menyiapkan dagangan pukul 16.00 Wita. Tentu, jam tersebut belum ada masyarakat yang berbelanja di rombong miliknya. Waktu berjualan dibatasi hingga pukul 21.00 Wita. Untuk mendapatkan Rp 50 ribu per hari menurut dia sangat berat.

“Pilihannya cuma dua, lapar atau terpapar,” ujarnya, Minggu (8/8).

Ia melanjutkan, belum lagi jika cuaca tidak bersahabat. Tentu, tidak ada pemasukan sama sekali, sehingga modal berjualan tidak kembali. Ia berharap, dengan berakhirnya PPKM Level 4 hari ini tidak diperpanjang. Meskipun diperpanjang, ada kebijakan. Yakni tidak ada pembatasan jam malam serta tidak ada penutupan akses jalan.

“Kami tidak masalah take away. Yang terpenting tidak ada pembatasan jam malam,” katanya. Tidak hanya Usman, keluhan juga disampaikan Nanik, pedagang kaki lima di seputaran Jalan Pangeran Antasari. Ia mengaku, pendapatan jauh berkurang, sehingga dirinya terkadang memilih tidak berjualan.

“Ya kalau dulu, alhamdulillah, sekarang ini, untuk menjual satu dua ayam lalap saja susah,” bebernya. Ia mengatakan, terpaksa menjual beberapa barang berharga miliknya untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Untuk bantuan, diakuinya, belum menerima. “Uang tunai, kita belum dapat bantuan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau Madri Pani mengatakan, dengan pemberlakuan PPKM Level 4 di Berau, ia berharap tidak diperpanjang. Banyak evaluasi yang harus dilakukan. Termasuk, melihat dari sisi perekonomian masyarakat bawah. 

“Harapan saya tidak diperpanjang,” katanya. Politikus Partai NasDem ini mengatakan, kebijakan dan keputusan ada di pemerintah pusat. Sementara provinsi dan kabupaten hanya mengikuti kebijakan tersebut. Diakuinya, kinerja tim satgas, bupati dan wakil bupati Berau sudah maksimal dalam penanganan Covid-19.“Yang kita khawatirkan, perekonomian masyarakat,” paparnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Berau Iswahyudi mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar ikut berperan dalam menangani pandemi ini. “Menekan mobilitas, memperketat prokes dan pasien yang isoman (isolasi mandiri) lebih ketat lagi dan tidak berkeliaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya hanya mengikuti arahan dari pemerintah pusat terkait perpanjangan PPKM. Namun, di sisi lain, Iswahyudi berharap masyarakat paham dan bisa membantu pemerintah, agar bisa menekan kasus ini. Hal ini bertujuan agar Berau bisa terbebas dari zona PPKM.

“Peran masyarakat penting. Kita Pemkab Berau sudah berupaya semaksimal mungkin,” tuturnya. Diakuinya, pada minggu ke-23 tahun 2021, pasien dalam perawatan 37 kasus. Namun, pada minggu ke-25, atau minggu kedua di Juni 2021, kasus meningkat, bahkan, pada minggu ke-26 hingga minggu ke-31 tahun 2021, pasien mencapai 1.191 pasien. 

“Harus kita akui, periode Juni dan Juli kasus terus naik,” ujarnya. Ia melanjutkan, sejak perpanjangan PPKM Level 4 yakni 3 Agustus hingga 8 Agustus 2021, kasus terkonfirmasi di Berau mencapai 1.069. untuk pasien sembuh yakni 838 pasien. Lalu meninggal dunia 41 kasus kematian.

“Total keseluruhan sejak 2020 yakni pasien terkonfirmasi sebanyak 9.790 kasus. Dan sembuh 7.978. Pasien meninggal dunia total 268,” katanya. Diakui Iswahyudi, kasus kematian terbesar yakni periode Juli 2021 mencapai 108 jiwa. (hmd/far/k16)