SPIELBERG– Setelah 26 tahun hidup dan mereguk prestasi di balapan motor, kini saatnya Valentino Rossi mengucapkan ”addio” (selamat tinggal) kepada dunia yang telah membawanya ke status legenda itu. Selanjutnya, pembalap 42 tahun tersebut ingin meneruskan mimpinya di masa kecil dulu: balapan mobil.

Dia segera memutuskan di balapan mobil mana berkarier setelah ini. ”Aku telanjur menganggap diriku sebagai pembalap seumur hidup. Maka, aku hanya akan berpindah dari motor ke mobil, meski tidak di level yang sama,” ucap legenda hidup MotoGP itu dalam konferensi pers pengumuman pensiun dirinya dari MotoGP Kamis lalu (5/8) seperti dilansir Motorsport Magazine.

Sebelum kenal dengan balapan motor, Rossi kecil yang baru berusia 5 tahun memang lebih dulu dikenalkan sang ayah, Graziano Rossi, dengan balapan mobil, yakni karting. Meski seorang pembalap motor, Graziano awalnya lebih senang mengarahkan anaknya tersebut ke balapan mobil.

Sebab, balapan roda dirasa lebih aman bagi anaknya ketimbang menjadi pembalap motor seperti dirinya. Namun, seiring berjalannya waktu, Rossi kecil ternyata menunjukkan ketertarikan lebih ke balapan motor.

”Aku sudah sering mengatakan, cintaku ke balapan mobil hanya sedikit di bawah cintaku ke balapan motor,” ucap Rossi. ”Maka, aku pastikan memulai balapan mobil tahun depan. Saat ini semuanya masih dalam proses. Aku belum menentukan tampil di balapan mana,” tambah juara dunia grand prix sembilan kali tersebut.

Di sela aktivitas berkarier di MotoGP, Rossi selama ini sering menghabiskan hari-hari di balapan mobil. Dia pernah lebih dari tiga kali menjajal mobil Formula 1 milik Ferrari di lintasan balap. Dia juga beberapa kali ambil bagian di event reli resmi pada jeda akhir musim MotoGP. Pada 2007, Rossi bahkan sempat dikabarkan ingin pindah haluan menjadi pembalap F1 sebelum akhirnya memutuskan bertahan di MotoGP.

Beberapa tahun terakhir, Rossi beberapa kali menyatakan minat untuk turun di event balap Le Mans 24 Hours. Untuk mewujudkan keinginannya itu, dia mengaku mulai mengasah skill agar bisa tampil di event tersebut suatu saat nanti.

”Aku memang ingin tampil di Le Mans 24 Hours. Tapi, tidak tertutup kemungkinan juga di balapan-balapan lain,” katanya.

Yang jelas, lanjut dia, di balapan mana pun itu, dirinya berbuat tak cuma untuk bersenang-senang. ”Jika benar seorang pembalap, kamu akan selalu membalap untuk menang, untuk hasil terbaik,” ujarnya. (irr/c19/ttg)