SAMARINDA - Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif pada triwulan II 2021, pasca kontraksi yang dialami pada triwulan-triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat tumbuh sebesar 5,76% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya terkontraksi sebesar 2,96% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi Kaltim ini menunjukkan titik baliknya dengan mencatatkan pertumbuhan yang positif pasca kontraksi ekonomi yang terjadi selama empat triwulan sebelumnya akibat dampak dari pandemi COVID-19.

"Perbaikan kinerja ekonomi Kaltim tersebut bersumber dari membaiknya kinerja pada hampir seluruh lapangan usaha," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tutuk SH Cahyono, dalam rilisnya.

Berdasarkan lapangan usaha (LU), membaiknya pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan Il 2021 utamanya bersumber dari perbaikan kinerja LU Utama Kaltim.

"Lapangan usaha pertambangan menunjukkan perbaikan pada triwulan Il 2021 dengan tumbuh sebesar 5,58% (yoy) seiring dengan masih tingginya harga batu bara global akibat meningkatnya permintaan dari negara mitra dagang di tengah cuaca yang lebih kondusif dibandingkan triwulan I 2021," kata Tutuk.

Selain itu, lapangan usaha industri pengolahan juga tercatat tumbuh sebesar 8,48% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 3,98% (yoy).

"Perbaikan kinerja lapangan usaha industri pengolahan tersebut dorongan kinerja industri pengolahan CPO dan pupuk yang mengalami peningkatan serta base effect industri pengilangan minyak di Balikpapan yang sempat terhenti pada triwulan II 2020," kata Tutuk.

Sementara itu, lapangan usaha pertanian dan perdagangan juga tercatat tumbuh positif masing-masing sebesar 0,37% (yoy) dan 5,29% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kontraksi.

Perbaikan tersebut utamanya disebabkan oleh adanya peningkatan permintaan komoditas pertanian di tengah harga komoditas pertanian seperti TBS yang berada di level yang tinggi.

Lebih lanjut, mobilitas masyarakat juga tercatat mengalami peningkatan pada triwulan ll 2021 seiring dengan adanya momen HBKN Ramadhan dan Idul Fitri.

Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tercatat mengalami pertumbuhan positif. Ekspor Katim tercatat tumbuh mencapai 8,91% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya terkontraksi sebesar 8,19% (yoy).

Hal tersebut salah satunya didorong oleh peningkatan volume ekspor batu bara dan CPO ke negara mitra utama khususnya Tiongkok, India, dan negara ASEAN di tengah harga komoditas yang berada pada level yang tinggi. (myn)