Borneo FC tak mau sekadar jadi klub Liga 1 yang biasa-biasa saja. Pesut Etam ingin bisa menghibur fans-nya juga di luar lapangan. Bagaimana caranya?

 


JAKARTA–Borneo FC memang jadi salah satu tim Liga 1 yang aktif di media sosial, terutama pada era pandemi virus corona. Mau tak mau, Borneo cuma bisa mendekatkan diri dengan fans lewat media tersebut.

Maka dengan waktu kick off Liga 1 yang belum jelas, Borneo tidak mau dibuat pusing dan justru fokus untuk mengurus hal di luar lapangan. Manajemen tim yang baru saja kemasukan salah satu pemodal baru (stakeholder), yakni pengusaha muda Mohammad Chandra Kurniawan atau biasa disapa Charock.

Kehadiran Chandra melengkapi keberadaan Nabil Husein yang sudah sejak lama jadi petinggi klub tersebut. Ketika Nabil disibukkan dengan urusan di dalam lapangan, Chandra akan mengurus perintilan terkait Borneo di luar lapangan.

Gebrakan awalnya adalah dengan melakoni kerja sama dengan Nevertoolavish, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang custom painting atau melukis modifikasi. Nevertoolavish jadi wadah bagi lebih 35 pekerja seni yang biasa bekerja sama dengan banyak pihak untuk membuat produk yang berhiaskan lukisan tangan mereka.

Produk-produk tersebut mulai tas, dompet, sepatu, jaket, hingga mobil. Tidak hanya di Indonesia, pelanggannya sudah sampai mancanegara. Presiden RI Joko Widodo juga pernah menggunakan produk tersebut.

Kerja sama Nevertoolavish dengan Borneo FC adalah yang pertama di Indonesia untuk sebuah klub sepak bola. Tujuannya, membawa Borneo FC ke level yang lebih tinggi. “Hal ini sejalan dengan Janji Kami Borneo FC Samarinda untuk memberikan yang terbaik, untuk fans dan pencinta sepak bola di Tanah Air, dan membawa INDONESIAN FOOTBALL TO THE NEXT CREATIVE LEVEL,” ungkap Presiden Borneo FC Nabil Husein dalam rilisnya.

“Sepak bola sudah menjadi lifestyle dan trendsetter fashion industry di Indonesia bahkan dunia, partnership antara Nevertolavish & Borneo FC merupakan langkah awal untuk menghadirkan Sportainment dan komitmen saya dan Mas Charock bukan hanya untuk memajukan sepak bola nasional namun memberikan warna tersendiri dan ciri khas bagi Borneo FC Samarinda,” tambah Nabil Husein.

Sementara itu, Chandra menjelaskan, kerja sama ini akan meliputi banyak aspek dari klub Borneo. Salah satunya, dalam waktu dekat memperkenalkan bus tim dengan konsep berbeda. Selain itu, tentunya akan meluncurkan merchandise khusus Borneo x Nevertoolavish, lalu ada juga mural ke dalam markas akademi Borneo FC, Borneo Skypark-Jakarta Camp, Borneo Mini Museum, Borneo Cafe, Borneo Official Store, hingga Stadion Segiri Samarinda.

“Jadi Borneo FC, saya dan Nabil ini berkomitmen bahwa Indonesia Football to The Next Level, maksudnya apa? To the next level ini bukan hanya prestasi tapi bagaimana bola itu bukan hanya jadi sport industry, melainkan menjadi lifestyle dan sportainment-nya ada,” papar Chandra.

“Dengan kolaborasi Borneo FC x Nevertoolavish ini kita berkomitmen untuk menebar virus kreatif di industri sepak bola Indonesia yang belum pernah ada di sini bahkan dunia. Kami tidak mau Borneo FC jadi klub yang biasa-biasa saja,” sebutnya.
Muhammad Haudy dan Bernhard Suryaningrat selaku founder Nevertoolavish menyampaikan, kolaborasi dengan Borneo FC ini sejalan dengan agenda kreatif mereka.

“Memulai perjalanan bersama Borneo FC menunjukkan komitmen Kami untuk ikut serta membuat pentas olahraga sepak bola menjadi semakin menarik dan semakin asyik untuk diikuti. Ini merupakan tantangan baru untuk kami di dunia persepakbolaan dan tentunya banyak kreasi kami yang akan kami sajikan dalam waktu dekat ini,” papar Haudy. (jpc/rdh/k8)